Cari berdasarkan:



Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman
 








Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman 
oleh: Dantje T. Sembel
> Pertanian & Perkebunan » Budi Daya

List Price :   Rp 56.000
Your Price :    Rp 47.600 (15% OFF)
 
Penerbit :    Andi Publisher
Edisi :    Soft Cover
ISBN :    979293054X
ISBN-13 :    9789792930542
Tgl Penerbitan :    2012-04-00
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    312
Ukuran :    230x160x0 mm
Sinopsis Buku:
Seiring terjadinya perubahan iklim dan cuaca yang sering tidak menentu, perubahan lingkungan karena penggunaan pestisida yang berlebihan, perombakan hutan untuk pertanian, pembuatan jalan raya dan pemukiman, serta kerusakan lingkungan yang lain telah mengakibatkan timbulnya banyak jenis serangga hama baru yang menyerang tanaman pertanian, misalnya Paraeucosmetus sp. yang menyerang tanaman padi dan kedelai pada awal tahun 1980-an di Sulawesi Utara.Sejak 2009 hama itu dilaporkan telah menginfestasi tanaman padi di Sulawesi Selatan.Demikian pula dengan hama kutu loncat, Heterophsila sp.yang menyerang tanaman lamtoro gung (Leucana leucocephala Lam de Wit) mulai tahun 1986. Penggorok daun, Liriomyza huidobrensis pertama-tama dilaporkan menyerang tanaman sayuran di Jawa pada tahun 1995 dan kemudian menyebar luas di banyak tempat di Indonesia. Pada awal tahun 2000, dua hama baru, yaitu penggorok daun, Liriomyza sativae,dan kepik sayuran, Nesidiocoris tenuis, menginfestasi tanaman sayuran, terutama tomat, dan sampai saat ini kedua serangga hama tersebut merupakan hama penting pada tanaman tomat di Sulawesi Utara.Kepik pepaya, Paracoccus marginatus pertama-tama ditemukan di Jawa pada tahun 2008 dan menyebar dengan cepat ke banyak daerah di Indonesia dan kemudian ditemukan mulai menginfestasi tanaman pepaya di Manado pada Agustus tahun 2009.

Maret 2011 terjadi ledakan populasi hama ulat bulu sejenis Lymantria sp. (Lepidoptera: Lymantriidae) yang menyerang tanaman mangga di Probolinggo, Jawa Timur, kemudian menyebar ke daerah lain di pulau Jawa, yang diduga sebagai akibat terjadinya perubahan cuaca, terutama musim hujan yang berkepanjangan. Terjadi pula ledakan populasi hama yang lain seperti ulat ngengat bertanduk belakang, anggota dari famili Spingidae di beberapa tempat di pulau Jawa.

Perlindungan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit sangatlah penting untuk mengendalikan hama-hama yang menyerang tanaman pertaniansehingga mengakibatkan kerugian bagi petani. Pemahaman tentang jenis-jenis organisme pengganggu tanaman (OPT), ekologi hama dan musuh-musuh alami, terutama faktor-faktor yang memengaruhi dinamika populasi, menjadi penting dalam program perlindungan tanaman.

Karantina tumbuhan menjadi salah satu cara yang efektif untuk mencegah masuknya hama atau penyakit baru ke Indonesia.Pemahaman tentang metode-metode pengendalian hama secara kultural (budidaya tanaman sehat), mekanik, fisik, hayati, genetik dan kimia menjadi sangat penting dalam program perlindungan tanaman untuk menekan populasi hama sehingga produksi dan kualitas hasil pertaniandapat dipertahankan.




Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!



Buku Sejenis Lainnya:
oleh Nasaruddin, Nurfaida
Rp 30.000
Rp 25.500

Saat ini, tanaman-tanaman komersial hampir selalu diperbanyak secara vegetatif dari varietas yang terpilih. Pada tanaman perkebunan (karet dan ...  [selengkapnya]

oleh Bernard T. Wahyu Wiryanta
Rp 27.000
Rp 21.600
Saat ini, durian semakin banyak dilirik orang untuk dikebunkan. Buah ini memang layak untuk dikebunkan secara komersial, mengingat permintaan dan ...  [selengkapnya]
oleh Yayasan Unilever Indonesia
Rp 29.000
Rp 24.650
Usaha budi daya kedelai hitam di Indonesia memiliki prospek yang sangat baik. Hal itu tak lepas dari luasnya lahan potensial untuk pertanaman kedelai ...  [selengkapnya]
oleh Tim Penulis Agriflo
Rp 89.000
Rp 75.650
Ternyata ada cabai terpedas atau cabai terkecil di dunia. Ada pula cabai terberat sedunia dan dinobatkan dalam buku Guinness World Record. Masih ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement