|
|
 |
Pustaka Filsafat 13 TOKOH ETIKA, Sejak Zaman Yunani Sampai Abad ke-19

oleh: Magnis Suseno, Franz, Dr, SJ > Filsafat
| Penerbit : |
Kanisius |
| ISBN : | 979-210-764-9 |
| Tgl Penerbitan : | 01-08-1997 |
| Bahasa : | Indonesia |
| |
| Halaman : | 216 |
| Ukuran : | 148x210 |
|
Sinopsis Buku: Etika merefleksikan bagaimana manusia harus hidup agar ia berhasil sebagai manusia. Karena itu tidak mengherankan bila semua filsuf besar menulis bidang etika. Buku ini memperkenalkan satu aliran dan dua belas pemikir etika paling utama dalam sejarah filsafat. Waktu yang tercakup menjangkau dua ribu empat ratus tahun, mulai dari Plato, raja filsuf dan tokoh terbesar filsafat Yunani kuno, sampai Friedrich Nietzche, sang penghancur etika tradisional dan nabi nihilisme abad ke-20. Ketiga belas tokoh tersebut memberikan jawaban yang sangat bervariasi menanggapi pertanyaan bagaimana manusia harus membawakan diri, agar ia mencapai potensialitasnya yang tertinggi, agar kehidupannya betul-betul bermutu. Pendapat ketiga belas tokoh tersebut membuat kita sadar betapa banyak sudut pandang dan segi realitas manusia yang harus diperhatikan kalau kita mau menangani hidupnya secara bertanggung jawab.
Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!
Buku Sejenis Lainnya:
oleh Sonny Keraf, A, Dr
Rp 40.000 Rp 34.000 Buku ini merupakan revisi dari buku yang berjudul "Etika Bisnis: Membangun Citra Bisnis sebagai Profesi Luhur". Penekanan buku ini pada tuntutan dan ... [selengkapnya] | oleh Komaruddin Hidayat, Muhamad Wahyuni Nafis
Rp 30.000 Rp 25.500 Prediksi para ilmuwan Barat yang menyatakan bahwa agama formal (organized religion) akan lenyap, atau setidaknya akan menjadi urusan pribadi, ketika ... [selengkapnya] | oleh Archie J.Bahm
Rp 22.000 Rp 18.700 Barat mengupayakan pemuasan keinginanCina mengupayakan pembatasan keinginanIndia mengupayakan penindasan keinginanTujuan utama buku ini adalah ... [selengkapnya] | oleh Andrea Ata Ujan
Rp 28.000 Rp 23.800 Teori Rawls berangkat dari kritiknya terhadap teori-teori keadilan sebelumnya yang dinilainya terlalu bersifat utilitaristis dan intuisionis. Rawls ... [selengkapnya] |
Lihat semua buku sejenis »
 Advertisement
|
|