Cari berdasarkan:



100 Tokoh Intelijen Dunia
 








100 Tokoh Intelijen Dunia 
oleh: Hanu Lingga
> Biografi

List Price :   Rp 57.000
Your Price :    Rp 48.450 (15% OFF)
READY STOCK
 
Penerbit :    Navila Idea (K)
Edisi :    Soft Cover
ISBN :    9793065613
ISBN-13 :    9789793065618
Tgl Penerbitan :    2011-05-00
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    314
Ukuran :    205x145x0 mm
Sinopsis Buku:


Selain wartawan, dunia ini ada juga profesi yang tugasnya menggali informasi, yaitu intelijen atau dinas rahasia. Bedanya dengan wartawan, informasi yang didapat oleh intelijen tidak dipublikasikan begitu saja di media massa. Informasi yang didapatkan oleh intelijen biasanya digunakan sebagai alat pertahanan sebuah negara dan cenderung dirahasiakan.


Karena intelijen ini mengemban tugas rahasia, maka tidak sembarang orang yang bisa berprofesi sebagai intelijen. Untuk menjadi seorang intelijen dibutuhkan syarat-syarat khusus, yaitu loyalitas, kecerdasan, keuletan, pengalaman, dan keberanian. Mengingat tidak jarang seorang intelijen harus rela mati ketika menjalankan tugasnya.


Karya Hanu Lingga yang berjudul 100 Tokoh Intelijen Dunia ini mengulas secara komprehensif pengalaman-pengalaman seratus orang intelijen besar yang bekerja di masing-masing lembaga intelijen negaranya. Terdapat sembilan lembaga intelijen yang saat ini ada di dunia, yaitu CIA milik Amerika Serikat (AS), KGB milik Uni Soviet, FSB milik Rusia, M16 milik Britania Raya, Mossad milik Israel, BIN milik Indonesia, Stasi milik Jerman Timur, Asio milik Australia, dan DIE milik Rumania.


Secara garis besar, intelijen mengemban tugas untuk menggali informasi yang berguna dan yang membahayakan negaranya masing-masing. Tugas intelijen seringkali berkaitan erat dengan gejolak politik yang sedang terjadi. Pada masa perang dunia II dan perang dingin antara USA dan Uni Soviet misalnya, agen-agen intelijen pun ditugaskan menggali informasi untuk menjadikan masing-masing sebagai negara terkuat.


Persaingan sengit antara USA (kapitalisme) dan Uni Soviet (komunisme) kala itu telah melahirkan tokoh-tokoh intelijen besar dunia. Di kubu CIA (USA) melahirkan sosok Lucien Conein. Semasa perang dingin Lucien bertugas untuk menggali informasi-informasi yang fundamental terkait Uni Soviet. Sementara di kubu KGB (Uni Soviet) melahirkan sosok Vladinir Putin. Sejak tahun 1975 putin bergabung dengan KGB dan bertugas menjadi agen Uni Soviet di Jerman.


Prestasi Putin sangat gemilang, dapat dibilang berkat jasanyalah rezim Nazi di Jerman jatuh. Selain di badan intelijen, alumnus universitas negeri di St Petersburg ini juga tercatat sebagai presiden di negaranya 1999-2008.


Berbicara mengenai badan intelijen besar dunia, nama Indonesia tidak boleh ditiggalkan. Melalui BIN, Indonesia juga sukses menelorkan agan-agen yang tidak kalah hebat. Sebut saja Ali Moertopo. Laki-laki asal Blora ini memiliki prestasi yang cukup gemilang untuk Indonesia. Berkat kegigihannya menggali informasi, dia berhasil menumbangkan pemberontakan yang digagas oleh Darul Islam. Moertopo juga menjadi dalang di balik lahirnya keputusan Soeharto untuk memfusikan partai politik menjadi tiga: Golkar, PPP, dan PDI. Selain Murtopo, Indonesia juga melahirkan Letnal Kolonel Purnawirawan Djuanda Wijaya sebagai intelijen terbaiknya. Dikatakan bahwa bergulingnya Deklarasi Ciganjur pada November 1998 adalah tidak lepas dari kerja kerasnya. Selain yang tersebut di atas, ada begitu banyak tokoh intelijen lain dipaparkan buku ini.


Terlepas dari kekurangannya, melewatkan kehadiran buku ini betu saja adalah hal patut untuk disayangkan. Setidaknya malalui buku ini kita bisa sejenak mencermati tokoh intelijen dengan sekelumit aksinya, baik dari Indonesia maupun negeri manca negara.





Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!



Buku Sejenis Lainnya:
oleh Irfan Hamka
Rp 49.000
Rp 41.650
BUYA HAMKA. Nama besar ini bukan hanya dikenal sebagai ulama besar, melainkan juga sebagai sastrawan, budayawan, politisi, cendikiawan, dan pemimpin ...  [selengkapnya]
oleh M. Aref Rahmat, dkk
Rp 38.000
Rp 32.300

Siapa sangka, seorang konglomerat papan atas seperti Hary Tanoesoedibjo pernah nyaris jatuh miskin. Hary Tanoe memang mengawali karier usahanya ...  [selengkapnya]

oleh Hj. Tatu Mulyana, Eni Martini, Morena Cindo
Rp 45.000
Rp 38.250
Ustadz Bucep adalah sahabat dekat Uje, sehari sebelum meninggal saat minum kopi, ada pelajaran indah yang Uje sampaikan ..."ketika kau hinakan ...  [selengkapnya]
oleh Sofyan Raz
Rp 100.000
Rp 85.000
  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement