|
|
Sinopsis Buku: Perubahan yang mendasar mulai merambah desa Tanggir pada tahun 1970-an. Suara orang menumbuk padi hilang, digantikan suara mesin kilang padi. Kerbau dan sapi pun dijual karena tenaganya sudah digantikan traktor. Sementara, di desa yang sedang berubah itu muncul kemelut akibat pemilihan kepala desa yang tidak jujur. Pambudi, pemuda Tanggir yang bermaksud menyelamatkan desanya dari kecurangan kepala desa yang baru malah tersingkir ke Yogya. Di kota pelajar itu Pambudi bertemu teman lama yang memintanya meneruskan belajar sambil bekerja di sebuah toko. Melalui persuratkabaran, Pambudi melanjutkan perlawanannya terhadap kepala desa Tanggir yang curang, dan berhasil. Tetapi pemuda Tanggir itu kehilangan gadis sedesa yang dicintainya. Dan Pambudi mendapat ganti, anak pemilik toko tempatnya bekerja, meski harus mengalami pergulatan batin yang meletihkan.
Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!
Buku Lainnya oleh Ahmad Tohari:
 | Rp 27.500 Rp 23.375 BERKISAR, unggas elok hasil kawin silang antara ayam hitan dan ayam biasa sering menjadi hiasan rumah orang-orang kaya. Dan, adalah Lasi yang berayah ... [selengkapnya] |  | Rp 35.000 Rp 29.750 Aku insinyur. Aku tak bisa menguraikan dengan baik hubungan antara kejujuran dan kesungguhan dalam pembangunan proyek ini dengan keberpihakan kepada ... [selengkapnya] |  | Rp 55.000 Rp 46.750 Semangat Dukuh Paruk kembali menggeliat sejak Srintil dinobatkan menjadi ronggeng baru, menggantikan ronggeng terakhir yang mati dua belas tahun yang ... [selengkapnya] |  | Rp 150.000 Rp 127.500 Set in the tumultuous days of the mid 1960s, The Dancer describes a village community struggling to adapt to a rapidly changing world. It also ... [selengkapnya] |
Lihat semua buku yang dikarang oleh Ahmad Tohari »
| Tentang Pengarang:
 Ahmad Tohari dilahirkan di desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Banyumas tanggal 13 Juni 1948. Pendidikan formalnya hanya sampai SMAN II Purwokerto. Namun demikian beberapa fakultas seperti ekonomi, sospol, dan kedokteran pernah dijelajahinya. Semuanya tak ada yang ditekuninya. Ahmad Tohari tidak pernah melepaskan diri dari pengalaman hidup kedesaannya yang mewarnai seluruh karya sastranya.Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jantera Bianglala adalah novel trilogi, yang melukiskan dinamika kehidupan ronggeng di desa terpencil, Dukuh Paruk.Karya-karya Ahmad Tohari telah diterbitkan dalam bahasa Jepang, Cina, Belanda dan Jerman. Edisi bahasa Inggrisnya sedang disiapkan penerbitannya. [ selengkapnya]
|
Buku Sejenis Lainnya:
oleh Nawal El Saadawi
Rp 25.000 Rp 21.250 Jatuhnya Sang Imam bercerita tentang perjuangan dan perlawanan seorang anak perempuan yang lahir tanpa ayah. Sang ibu dianggap sebagai seorang ... [selengkapnya] | oleh Asne Seierstad
Rp 42.000 Rp 35.700 Buku adalah hidup Sultan Khan. Dua puluh tahun lebih, dia melawan pemerintah untuk menyelamatkan bisnisnya itu--tak peduli harus ditangkap, ... [selengkapnya] | oleh Chimamanda Ngozi Adichie
Rp 84.000 Rp 71.400 Saat tentara Nigeria merangsek maju dan mereka harus lari menyelamatkan diri, idealisme mereka diuji, begitu pula kesetiaan satu sama lain.
... [selengkapnya] | oleh Tracy Chevalier
Rp 33.000 Rp 28.050 > novel ini merupakan novel semi literatur yang semakin banyak penggemarnya
Jean le Viste, bangsawan Paris abad ke-15 yang dekat dengan Raja, ... [selengkapnya] |
Lihat semua buku sejenis »
 Advertisement
|
|