|
|
Sinopsis Buku: Rakyat bukanlah benda, melainkan manusia. Sebagai manusia, rakyat memiliki pesona. Sayang, pesona rakyat kerap kali dirusak oleh kekuataan kekuasaan dan kekerasan yang tidak berpihak pada rakyat. Dengan mudahnya, rakyat menjadi objek janji elite kekuasaan saat mereka membutuhkan dukungan rakyat. Namun, setelah dukungan diberikan setulus hati tanpa pamrih, di mata pemegang kekuasaan, rakyat tak lebih dari sebatang tebu yang habis manis sepah dibuang. Janji tinggal janji, tanpa realisasi.Sudah dibuang, rakyat masih kerap menjadi objek kekerasan. Setiap terjadi kekerasan, rakyatlah yang pertama-tama dan terutama menjadi korban. Rakyat bagai benda yang bisa ditebas, dipotong, dicincang, diciduk, dipanggang dan.... hilang! Rakyat lantas harus selalu siap menjadi tumbal kekuasaan dan kekerasan dari rezim yang ke satu ke rezim yang lain, dari zaman ke zaman. Dalam perspektif nurani mana pun, tak seorang pun setuju bila rakyat dijadikan tumbal kekuasaan dan kekerasan. Namun, itulah yang terjadi dan kerap mencoreng wajah negeri ini.Refleksi itulah yang ditawarkan melalui buku ini, bahwa kita tidak pernah rela dan tidak pernah setuju bila rakyat dijadikan tumbal kekuasaan dan kekerasan. Melalui buku ini, penulis mengundang pembaca untuk berani membela rakyat sebagai subjek yang mesti dihargai, dihormati, dan dilayani. Buku ini layak dibaca oleh siapapun yang masih memiliki kepekaan dan keprihatinan untuk membela rakyat yang kerap masih terpinggirkan!
Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!
Tentang Pengarang:
 Aloysius Budi Purnomo, Pr. Lahir 14 Februari 1968 di Wonogiri. Tahun 1984 sampai tahun 1988 ia menempuh pendidikan di Seminari Menengah St. Petrus Kanisius, Mertoyudan, Magelang dan tahun 1990-1996 di Seminari Tinggi St. Paulus,Yogyakarta dan Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Kemudian, pada tahun 1996-1998 melanjutkan pendidikan di Pascasatjana Teologi Univer-sitas Sanata Dharma, Yogyakarta; Licentiat Teologi Kontekstual Fakultas Kepausan Wedabhakti,Yogyakarta. Ia pernah mengajar Pendidikan Moral Agama di Universitas Atma Jaya Yogyakarta serta Pengantar Kitab Suci di Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma,Yogyakarta dan di Pertapaan St. Maria Rawa-seneng, Temanggung,Jawa Tengah. Tahun 2000-2004 bertugas sebagai staf dan Rektor Seminari Tinggi St. Petrus, ... [ selengkapnya]
|
Buku Sejenis Lainnya:
oleh Ali Munhanif, Hendro Prasetyo
Rp 37.500 Rp 31.875 Banyak kalangan berpendapat bahwa upaya penguatan civil society di Indonesia tidak bisa mengabaikan pentingnya faktor umat Islam. Bahkan, dalam ... [selengkapnya] | oleh Erwiyantoro dan Endang Suherman
Rp 45.000 Rp 38.250 Mengikuti jejak Tommy Soeharto dari hari ke hari, sejak ia menjadi buronan polisi, bahkan jauh sebelum itu, selalu menarik. Pada September 2006, jika ... [selengkapnya] | oleh Benny G. Setiono
Rp 150.000 Rp 127.500 "Selamat dengan WEIRTHEIM AWARD!!! Hebat sekali! Saya kira memang tepat Benny G. Setiono menerima penghargaan atas buku ini. Adalah hal yang jarang, ... [selengkapnya] | Perkembangan Teknologi dan Nasionalisme di sebuah Koloni oleh Rudolf Mrazek
Rp 75.000 Rp 63.750 Rudolf Mrazek berhasil mengungkapkan kejernihan analisis tentang kebebasan kolonialisme, nasionalisme, kesusastraan, revolusi dan kemanusiaan. ... [selengkapnya] |
Lihat semua buku sejenis »
 Advertisement
|
|