|
|
Sinopsis Buku: Charlie Ashanti---anak yang bisa berbahasa Kucing---sudah menyelamatkan para Singa dan selamat dari kapal karam. Sekarang dia sudah berkumpul kembali dengan kedua orangtuanya, tapi apakah dia sudah benar-benar aman?
Maccomo si pelatih Singa dan Korporasi ternyata tidak mau melepaskannya begitu saja. Dari Afrika sampai Karibia, Charlie dan kedua orangtuanya harus berusaha keras menyelamatkan diri mereka sendiri, dan seluruh dunia....
Seri Lion Boy sebelumnya:
- Lionboy: Petualangan Dimulai
- Lionboy: Pelarian
Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!
Buku Lainnya oleh Zizou Corder:
 | Rp 38.000 Rp 32.300 Charlie Ashanti mampu bukan anak biasa. Ia bisa berbicara bahasa Kucing. Ia menganggap kemampuan itu biasa saja---tapi saat ibu dan ayahnya ... [selengkapnya] |
Lihat semua buku yang dikarang oleh Zizou Corder »
| Tentang Pengarang:
 Louisa Young dan Isabel Adomakoh Young. Kedua nama mereka terlalu panjang untuk dipasang di sampul buku, jadi mereka menggunakan nama pena. Louisa sudah dewasa dan sudah menulis lima buku untuk pembaca dewasa. Isabel masih kecil dan kebanyakan menulis karangan untuk tugas sekolah. Zizou sesungguhnya kadal peliharaan Isabel. Mereka semua tinggal di London. [ selengkapnya]
|
Buku Sejenis Lainnya:
oleh Mary Pope Osborne
Rp 16.900 Rp 13.520 Raksasa dan kanibal.Keajaiban dan penyihir.Dan seorang pahlawan yang hebat: ODISEUS.Setelah dua puluh tahun berperang melawan monster, kehilangan ... [selengkapnya] | oleh Annie M.G. Schmidt
Rp 30.000 Rp 25.500 Minoes dulunya kucing. Walaupun sekarang jadi manusia, gadis itu masih bisa berkomunikasi dalam bahasa kucing. Ia juga tetap suka mendengkur dan ... [selengkapnya] | oleh Christine Nostlinger
Rp 18.000 Rp 15.300 Betapa terkejutnya Mrs. Bartolotti ketika sebuah paket berbentuk kaleng kemasan tiba di rumahnya. Apa ya isinya? Daging kornet? Bukan. Koktail? Bukan ... [selengkapnya] | oleh Nisrina Hanifa (Ninis, 11 tahun)
Rp 21.500 Rp 18.275 Lita segera duduk di samping Intan. Sedangkan Sally duduk di sofa kecil yang berada tepat di tengah-tengah ruang tamu. ”Aku minta maaf, ya,” kata ... [selengkapnya] |
Lihat semua buku sejenis »
 Advertisement
|
|