Cari berdasarkan:











Momoye Mereka Memanggilku   
oleh: Eka Hindra & Koichi Kimura
> Kisah Nyata » Inspirasional & Spiritualitas
> Biografi

List Price :   Rp 39.700
Your Price :    Rp 33.745 (15% OFF)
 
Penerbit :    Erlangga
Edisi :    Soft Cover
Tgl Penerbitan :    2007
Bahasa :    Indonesia
 
Sinopsis Buku:
Mantan Budak Seks Mencari Keadilan

Jika gambaran perbudakan seksual Jepang itu dikisahkan melalui film, buku yang berjudul Momoye, Mereka Memanggilku merupakan kisah nyata dari seorang korban perbudakan seks Jepang selama berkuasa di Indonesia. Ia adalah Ibu Mardiyem, salah satu korban kebuasan fasisme Jepang terhadap kaum perempuan yang dipaksa melayani nafsu seksual-nya. Momoye adalah panggilan Ibu Mardiyem sewaktu ia ditempatkan di sebuah asrama di Telawang, Kalimantan, sebuah “rumah bordil” yang khusus bagi tentara Jepang.

Ada 21 perempuan yang di tempatkan di asrama yang sama dengan tingkat penderitaan yang sama dalam bentuk yang berbeda dengan sang Momoye ( Ibu Mardiyen). Yang paling menyedihkan bagi sang Momoye barangkali adalah betapa tersiksanya melihat bayi yang dikandungnya harus digugurkan dengan cara yang tidak sehat dan mengenaskan. Setelah dua minggu diberi obat penggugur kandungan, ternyata bayi dalam kandungannya tidak juga keluar. Melalui bantuan seorang dokter Dayak, setelah ditekan, bayi keluar dan ditaruh di dalam baskom putih. Ia melihat bayinya masih hidup, tetapi ia tak bisa menyentuh bayinya karena seluruh badan sakit dan lemas sekali, sampai tangannya tak bisa digerakkan (hlm.58). Bu Mardiyem dan teman-temannya ada yang meninggal, badannya rusak,kena penyakit, disiksa, dipukul, ditendang dan dipaksa melayani hasrat seks dengan berbagai variasi gaya.

Membaca buku ini akan jelas bagaimana konsep “system perbudakan seksual militer Jepang” merupakan suatu mekanisme yang kejam dengan cara paksa menyediakan praktik-praktik seksual untuk para pegawai sipil dan prajurit-prajuritnya. Tidak hanya penderitaan fisik akibat perkosaan yang dilakukan secara sistematis selama bertahun-tahun, tapi juga derita batin yang dibawa sepanjang hidupnya.

Momoye tentu saja adalah salah satu potret buram yang ditorehkan Jepang dalam sejarah bangsa Indonesia. Namun, buku ini juga memberikan warna lain tentang keberadaan seorang perempuan yang kuat dan tabah. Momoye juga merupakan potret perjuangan seorang perempuan yang mencari keadilan, bukan demi dirinya sendiri, tetapi juga bagi dunia agar ketidakadilan serupa tak terulang dalam perjalanan hidup manusia.(RIH ).




Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!



Buku Sejenis Lainnya:
oleh Brent Runyon
Rp 50.000
Rp 42.500
Dalam buku ini, Runyon menceritakan usaha bunuh diri yang sangat mengenaskan dan proses pemulihan dirinya di tahun - tahun sesudahnya. Dia mengajak ...  [selengkapnya]
oleh Joseph A. Michelli
Rp 68.100
Rp 57.885
Bagaimana Starbucks mengubah secangkir kopi menjadi sebuah fenomena bisnis yang mendunia? Anda sudah mengetahui kisah tentang Starbucks. Sejak tahun ...  [selengkapnya]
Air Mata Berburu Bahagia
oleh Manije Armin
Malam amat gelap dan jalan seolah tak berujung. Selama belum melewati perbatasan Iran, Malihe masih dilingkupi rasa khawatir. Meski sebenarnya, ...  [selengkapnya]
Perjuangan Ibunda Seorang Anak Autistik Mengungkap Misteri Autisme dan Gangguan Perkembangan Preservasif
oleh Karyn Seroussi
Rp 39.000
Rp 33.150
Austisme? Aneh sekali, aku merasa tenteram mendengar diagnosis itu. Sungguh menenangkan mengetahui bahwa gangguan yang diderita Miles punya nama. Aku ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement