Cari berdasarkan:



Saudagar Baghdad dari Betawi


Saudagar Baghdad dari Betawi   
oleh: Alwi Shahab
> Sejarah

Penerbit :    Republika
Edisi :    Soft Cover
ISBN :    979-3210-30-3
Tgl Penerbitan :    2007
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    vii+195
Ukuran :    20.5 x 13.5 cm
Tag :    sejarah jakarta
Sinopsis Buku:
Sebelum RS Cikini seperti yang kita kenal sekarang ada, telah banyak yang mengetahui bahwa sebelumnya adalah kediaman pelukis kondang Raden Saleh. Namun, ternyata rumah tinggal Raden Saleh itu sempat dibeli oleh Sayid Abdullah bin Alwi Alatas, sebelum berpindah tangan ke Yayasan Ratu Belanda Emma, dan selanjutnya menjadi rumah sakit.

Cuplikan cerita di atas, adalah sebagian dari kumpulan tulisan Alwi Shahab pada buku ini, setelah sukses dengan bukunya yang berjudul Robin Hood Betawi dan Queen of the East, dan tetap bercerita soal Jakarta tempo doeloe.

Alwi Shahab, lahir di Jakarta 31 Agustus 1936, telah menjalani profesi sebagai wartawan selama lebih dari 40 tahun. Karirnya dimulai tahun 1960 sebagai wartawan, kantor berita Arabian Press Board di Jakarta.

Sejak Agustus 1963 ia bekerja di Kantor Berita Antara. Berbagai jenis liputan digelutinya saat di Antara, mulai dari reporter kota, kepolisian parlemen, sampai bidang ekonomi. Selama sembilan tahun (1969-1978), anak Betawi kelahiran Kwitang, Jakarta Pusat ini, menjadi wartawan Istana.

Sepanjang bertugas sebagai wartawan, Alwi Shahab kerap melakukan liputan di luar negeri. Di antaranya, tahun 1983 ia mengunjungi perbatasan Malaysia-Thailand untuk meliput operasi penumpasan gerakan Komunis oleh tentara Malaysia.

Pensiun dari Antara tahun 1993, ia bergabung dengan HU Republika. Koran yang usianya relatif muda ini, tanpa kesulitan Abah Alwi -- begitu ia biasa dipangil oleh rekan-rekan yuniornya -- langsung beradaptasi dengan lingkungan baru yang dihuni oleh orang-orang muda.

Dengan komitmennya yang tinggi terhadap kewartawanan Abah Alwi langsung menjadi contoh bagi rekan yuniornya, bagaimana seseorang bisa menjadi wartawan sejati, walau telah memasuki usia senja. Ia tak kalah produktif dibandingkan dengan rekan yuniornya.

Sejak di Republika, ia mulai menulis artikel-artikel tentang sejarah kota Jakarta, baik dalam bentuk tulisan lepas, di rubrik kebudayaan, maupun di rubrlik Sketsa Jakarta dan Nostalgia.

Walau telah lebih enam tahun menulis, ia seolah-olah tidak kehabisan bahan untuk mengangkat permasalahan kota Jakarta, terutama kisah-kisah tempo doeloenya. Untuk objektivitas penulisan, ia bukan saja mendatangi nara sumber, menelaah berbagai koleksi dan bahan, tapi juga mendatangi tempat yang menjadi bahan penulisannya.




Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!



Buku Sejenis Lainnya:
oleh H. Maulwi Saelan
Buku ini adalah sekadar catatan perjalanan hidup dengan romantikanya, bukan otobiografi seperti yang biasa kita kenal yang dibuat untuk orang-orang ...  [selengkapnya]
oleh Larisa
Rp 40.000
Rp 34.000
Pegangan ini ditujukan khusus untuk para turis (asing/lokal) yang ingin berkunjung ke Borobudur, salah satu peninggalan sejarah yang menjadi obyek ...  [selengkapnya]
oleh Onghokham
Rp 135.000
Rp 108.000
The essays included in this book reflect the range of Onghokhams interest, the diversity of his audiences, and the originality of his ideas. By ...  [selengkapnya]
oleh Henri Chambert-Loir (Penyunting)
Rp 35.000
Rp 29.750
Bima nama sebuah kabupaten yang relatif terpencil di peta wilayah Rebublik Indonesia. Pada zaman dahulu Bima merupakan sebuah kerajaan yang cukup ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement