|
|
 |
Menyegarkan Kembali Pemikiran Islam, Bunga Rampai Surat-Surat Tersiar
oleh: Ulil Abshar-Abdalla > Religius » Islam » General
| List Price : | Rp 45.000 |
|
Your Price : |
Rp 38.250 (15% OFF)
|
| |
| Penerbit : |
Nalar |
| Edisi : | Soft Cover |
| ISBN : | 979-26-9000-x |
| Tgl Penerbitan : | September 2007 |
| Bahasa : | Indonesia |
| |
| Halaman : | x + 235 |
| Ukuran : | 14 x 21 cm |
|
Sinopsis Buku: Mengapa Islam harus dikritik? Dari mana datangnya diskursus “bunuh” dalam tradisi kesarjanaan Islam? Apakah kisah-kisah dalam Quran semuanya secara faktual pernah terjadi? Penyaliban Yesus: sejarah atau bukan? Sejarah Yesus: tantangan di pihak Muslim. Globalisasi dakwah dan masalah pindah agama. Ihwal khilafah Islam. Itulah antara lain yang dibahas dalam surat-surat tersiar pemikir Islam, Ulil Abshar-Abdalla, di beberapa milis yang dihimpun dalam buku ini. Ditulis dengan semangat menyegarkan kembali pemikiran Islam, buku ini juga mengetengahkan dalam epilognya bagaimana seorang Ulil Abshar-Abdalla memahami Islam melalui sembilan pendekatan.
“[Islam] saya percayai bukan secara terpaksa, dharuri, tetapi secara iktisabi, artinya melalui usaha keras sehingga akhirnya saya rela menerimanya sebagai agama yang menjadi landasan hidup saya, menjadi ‘jendela’ dari mana saya melihat dunia sekitar.” (Ulil Abshar-Abdalla)
Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!
Buku Sejenis Lainnya:
 Rp 55.000 Rp 46.750 Buku ini menguraikan makna Kekasih Sejati, baik melalui narasi maupun rangkaian puisi yang sangat dalam dan sarat makna, yang kesemuanya ... [selengkapnya] | oleh Muhammad Ali Quthb
Rp 29.900 Rp 25.415 Problem-problem anak muda sekarang ini terlampau kompleks untuk dipecahkan sendiri oleh orangtua mereka. Problem itu muncul dari pelbagai ... [selengkapnya] | oleh Mahir Hasan Mahmud Muhammad. Suatu ketika Usamah bin Syarik berada di sisi Rasulullah, lalu datanglah orang-orang Badui. Kemudian mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kami ... [selengkapnya] | oleh dr. Sagiran, M.Kes
Rp 33.500 Rp 28.475 Shalat memiliki kedudukan utama dibandingkan dengan ibadah-ibadah lain. Kelak di yaumul hisab, ibadah shalatlah yang akan pertama kali diperiksa oleh ... [selengkapnya] |
Lihat semua buku sejenis »
 Advertisement
|
|