Cari berdasarkan:



Syekh Siti Jenar 2








Syekh Siti Jenar 2 
oleh: Achmad Chodjim
> Religius » Islam » Sejarah & Biografi Islam

List Price :   Rp 44.900
Your Price :    Rp 35.920 (20% OFF)
 
Penerbit :    Serambi
Edisi :    Soft Cover
ISBN :    978-979-1275-64-4
Tgl Penerbitan :    Juli 2006
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    328
Ukuran :    15 x 23,5 cm
Sinopsis Buku:
Syekh Siti Jenar. Ia juga akrab dipanggil Syekh Lemah Abang. Ketinggian ilmunya mengundang curiga. Wali-wali sepuh yang mengajarnya menyangka dia punya ilmu sihir. Padahal, yang muncul tiba-tiba dan disaksikan oleh santri-santri Giri adalah karamahnya. Tetapi, yang membuat nama Syekh Siti Jenar mencuat bukan semata-mata ketinggian ilmunya, melainkan praktik hidupnya yang egaliter, merasa sama dengan orang lain. Keteladanannya dalam beragama mudah diikuti orang lain. Tak heran bila setiap hari masjid di Pesantren Lemah Abang dipenuhi orang.

Melanjutkan buku sebelumnya—Syekh Siti Jenar: Makna 'Kematian"—buku ini bukanlah sejarah hidup Syekh Siti Jenar, melainkan ulasan ajarannya. Jika buku pertama lebih mengulas eksistensi manusia, buku ini akan mengupas tauhid, akhlak, dan makrifat Syekh Siti Jenar.

Tauhid yang menjadi landasan pokok dalam beragama ia ajarkan hingga tuntas. Sifat 20 tidak diajarkan sebagai sifat Tuhan semata, tapi juga sifat yang disandang oleh hamba-Nya yang mukmin. Justru di sinilah ajaran Siti Jenar lebih menarik daripada ajaran yang disampaikan oleh para wali lainnya.
Rukun Islam dijabarkan sebagai basis perilaku dalam hidup sehari-hari. Muslim sejati tak sekadar mengucapkan syahadat, mengerjakan salat, berpuasa, menunaikan zakat, dan berhaji secara formal. Kalau hanya itu, muslim sulit melepas mentalitas pembangunan yang buruk, mental korupsi dan kolusi. Warisan lama inilah yang hendak diberantas oleh Syekh Siti Jenar.

Bagi Syekh, iman bukanlah semata-mata kepercayaan. Iman harus dapat ditransformasikan dalam kehidupan. Iman bukanlah bekal untuk menghadapi kematian sebagaimana kita membawa bekal dalam perjalanan yang jika kita lapar lalu kita makan. Di tangan Syekh, rukun iman melahirkan kemanunggalan iman, sebagai wujud manunggaling kawula klawan Gusti dalam kehidupan nyata di bumi.

Rukun Islam dan Iman tidak hanya dipraktikkan berdasarkan olah budi dan cipta. Bila tidak berada di atas kehendak Tuhan, keinginan akan mengotori jiwa. Hanya bila budi dan cipta telah dipimpin Tuhan, kita akan terlepas dari ketersesatan.

Syekh juga mengupas lugas makna sifat Rasul bagi kehidupan kita, rahasia Sasahidan, dan pandangan revolusioner tentang Hari Akhir.




Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!



Buku Sejenis Lainnya:
oleh Syed A.A. Razwy
Rp 39.000
Rp 33.150
Pintar, kaya, dan baik. Itulah gambaran Khadijah. Kepiawaian berbisnis menjadikannya seorang wanita sukses. Pencapaian ini lebih istimewa lagi karena ...  [selengkapnya]
Epik Suci Cucu Sang Nabi
oleh Khalid Muhammad Khalid
Rp 34.000
Rp 28.900
Tujuh puluh dua pasukan Husain dikepung empat ribu tentara Ibn Ziyad di bawah komando Syimr ibn Dzil Jun. Setiap satu sahabat Husain harus menghadapi ...  [selengkapnya]
Kajian Islam Autentik Pasca-Kenabian
oleh Ali Umar al Habsyi
Rp 69.900
Rp 55.920
Nabi saw telah menyebutkan bahwa umat Islam akan bercerai-berai dan berselisih, mengikuti jejak umat-umat sebelum mereka. Bukhari, Muslim dan ...  [selengkapnya]
oleh Dina Y. Sulaeman
Rp 30.000
Rp 25.500
Mukjizat Abad 20Wonderful Profile of Husein TabatabaiMenghebohkan dan menggetarkan hati, seorang bocah 7 tahun meraih gelar Doktor Honoris Causa dari ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement