Cari berdasarkan:



Menantikan Malam Seribu Bulan


Menantikan Malam Seribu Bulan 
> Religius » Islam » General

Penerbit :    Qultum Media
Edisi :    Soft Cover
Tgl Penerbitan :    2007
Bahasa :    Indonesia
 
Sinopsis Buku:
Tak terasa setengah bulan Ramadhan telah terlewati. Bagaimana dengan ritual ibadah tambahan Anda, masih terus terjaga? Seperti biasa kita temui di awal puasa banyak masjid terlihat terisi penuh oleh jamaah shalat Tarawih. Namun menjelang minggu-minggu berikutnya barisan jamaah di mesjid terus berkurang.

Barangkali kita terlalu bersemangat di awal-awal puasa, hingga kurang bisa mengatur "energi" untuk beribadah . Mungkin juga terlalu sibuk mengurus pekerjaan rumah atau mengalami kebosanan untuk terus menjaga ritual salat sunnah di mesjid. Yang pasti di bulan ini dan bulan-bulan lainnya, anjuran untuk mengerjakan ibadah dan berlomba-lomba dalam kebaikan perlu dirawat.

Tentu pada ramadhan kali ini, kita tidak berharap ibadah yang tengah dilakukan menguap dengan sia-sia, alias hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja. Maka di pertengahan bulan ramadhan ini, Insya Allah, kita masih diberikan kesempatan untuk memadatkan dan merayakan ibadah-ibadah tambahan di malam hari. Tidakkah Anda menginginkan malam kedamaian dengan seribu bulan yang datang di sepuluh hari terakhir?

Telah disebutkan dalam Al Quran dalam surat Al Qadr, bahwa tiada malam yang mendapat sebutan indah dari Tuhan kecuali lailatul qadar. Yakni malam yang kebaikannya melebihi seribu bulan. Malam itu memiliki kedudukan yang tinggi dan kemuliaan terhormat (al manzilah ar rafi"ah), lailatulbarakah (malam penuh berkah), lailaturrahmah (malam penuh kasih sayang), laylatussalam (malam penuh keselamatan). Lailatulqadr adalah anugerah khusus yang diberikan Allah pada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beribadah untuk menjemputnya pada bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa shalat malam pada malam lailatul qadr karena iman dan mengharapkan ridla Allah, maka Allah akan menghapus dosa-dosanya yang telah lalu." Dari hadist riwayat Muttafaq "Alaih. Rasulullah selalu menganjurkan umatnya untuk selalu meraih malam itu.

Bagaimana memastikan kedatangan malam lailatul qadr? Dari hadist riwayat Bukhari Muslim, Nabi berkata, "Carilah dia (lailatul qadar) pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan pada hitungan ganjil." Lebih khusus lagi, setiap tanggal ganjil yakni: 21, 23, 25, dan seterusnya. Ada satu pendapat yang mengatakan, lailaltul qadr jatuh setiap 17 Ramadhan bertepatan dengan Nuzulul Quran.

Di sepuluh malam terakhir ini dianjurkan untuk memperpadat ibadah sunah, seperti salat Tahajud, zikir, salat hajat, tadarus, I"tikaf, dan lainnya. Maka di bulan penuh berkah dan rahmat ini, semua umat muslim sedang menanti "bonus khusus"¯ dari Allah, di mana malam itu penuh "cahaya kedamaian" hingga fajar menjelang.
Selamat menanti dan meraih malam seribu bulan.

Bacaan Selanjutnya:
Misteri Bulan Ramadhan, oleh Yusuf Burhanudin, penerbit Qultummedia
The Power of Tahajud, oleh Ahmad Sudirman Abbas, penerbit Qultummedia
Rahasia Shalat, Zikir, dan Doa yang Bermakna, oleh H. Badri, penerbit Qultummedia




Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!



Buku Sejenis Lainnya:
oleh Syarafuddin Al-Musawi
Rp 89.500
Rp 76.075
Buku Dialog Sunnah-Syi‘ah ini—telah diterjemahkan ke berbagai bahasa—membentangkan segala sesuatu yang berkenaan dengan asas-asas Islam menurut ...  [selengkapnya]
oleh Anas Nurfahmi
Rp 26.500
Rp 22.525
Siapa yang tidak ingin berangkat menunaikan Ibadah Haji, dapat shalat di Masjidil Haram, Melihat Ka’bah dan melihat langsung tempat-tempat bersejarah ...  [selengkapnya]
Cerita dari Bawah Tanah
oleh Mataharitimoer
Rp 44.000
Rp 37.400
Royan menyimpan dendam pada Tuhan dan tentara, yang merenggut nyawa bapaknya pada Peristiwa Tanjung Priok. Tahun 1988 ia bergabung dengan pergerakan ...  [selengkapnya]
Novel Religius Pembimbing Jiwa-jiwa Pencinta
oleh M. Hilmi As'ad
Rp 42.000
Rp 35.700
“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan (bukan muhrim), karena (pihak) yang ketiga adalah setan,” bisik hati Marham (tokoh ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement