Cari berdasarkan:



Di Lengkung Alis Matamu








Di Lengkung Alis Matamu   
oleh: Johannes Sugianto
> Puisi & Sastra » Puisi

List Price :   Rp 20.000
Your Price :    Rp 16.000 (20% OFF)
 
Penerbit :    Akar Indonesia
Edisi :    Soft Cover
ISBN :    979-99839-3-2
Tgl Penerbitan :    November 2006
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    110
Ukuran :    130x200mm
Sinopsis Buku:
Puisi sederhana bukan puisi gampangan. Ted Kooser, yang pernah menjadi Poer Laureate America, mencapai kesederhanaan itu dengan merevisi sajaknya berulang kali sampai pada kadar kesederhanaan yang ingin ia capai. Ia menguji kesederhanaan itu pada seorang pembaca tetap, yakni sekretaris di kantor perusahaan asuransi tempatnya bekerja sampai pensiun. Johannes Sugianto menguji sajak-sajaknya lewat buku ini. Pembacalah yang berhak memberi penilaian. Pada beberapa sajak, kesederhanaan pengucapan saya berhasil ia capai.
(Hasan Aspahani, pemilik blog sejuta puisi.blogspot.com)

Lewat puisi, Johannes mencerna keseharian hidup yang jauh dari kesan menyenangkan. Ia mengurai kembali pengalaman dan pandangannya terhadap orang-orang terdekatnya, negaranya, kepercayaannya, juga dirinya sendiri. Tema yang diangkatnya seringkali pedih namun tak mendayu. Ia bertutur dengan majas yang bersahaja, mudah dimengerti, sehingga pembaca tak melulu diajaknya malara, tapi diantar melihat serta merasakan keindahan di balik kegetiran. Realis, tanpa kehilangan romantisme, jujur tetapi tetap cantik, pahit sekaligus menyemangati. Jika bukan sebuah ode untuk hidup, kumpulan puisi ini adalah keberhasilan mengubah kesulitan menjadi lambang inspirasi. (Gratiagusti Chananya Rompas, pendiri Komunitas Puisi Bunga Matahari)

Lirik-lirik Joe dalam buku ini adalah catatan perjalanan seorang lelaki, dimana dia meletakkan letihnya sembari berbincang dengan sepi. Sajak-sajaknya adalah fermentasi air mata, nanah luka hati, juga ratapan. Seperti anggur, sajak-sajaknya secara lembut akan membuat dada kita menghangat dalam setiap sesapan (TS Pinang, penyair, Yogyakarta)

Menggauli sajak-sajak Johannes Sugianto seperti menengadah melihat layang-layang yang sedang 'tegak tinggi tali'. Kadang tinggi, tapi tampak dekat, kadang dekat tapi tampak tinggi. Ranah jelajahnya jauh, titik galiannya dalam, gairah puitiknya menggebu seperti riuh angin halimbubu. (Damhuri Muhammad, cerpenis, Jakarta)

***Johannes Sugianto, lahir di Bojonegoro dan besar di Malang. Sejak kecil sudah senang membaca berbagai buku, dan mulai menulis saat menjadi wartawan setelah hijrah ke Jakarta. Puisi ditulisnya justru setelah lama berhenti menjadi wartawan, yang disebutnya 'terlambat tapi kata-kata mengalir bagai sumbat keran yang dibuka'.

Karya-karyanya dimuat di berbagai milis cyber seperti Bunga Matahari, Sejuta-jiwa, Apresiasi Sastra, Penyair, Fordisastra, Puitika.net, dan media massa seperti Suara Pembaruan, Batam News, tabloid Indo HelPer (Hongkong) dan situs pribadi www.blue4gie.com. Bersama penyair lainnya puisinya termuat dalam "Antologi Empati Yogya" dan "Jogja 5,9 Skala Richter". Saat ini bekerja sebagai staf Public Relations sebuah perusahaan di Jakarta.




Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!





Tentang Pengarang:

Johannes Sugianto, lahir di Bojonegoro dan besar di Malang. Sejak kecil sudah senang membaca berbagai buku, dan mulai menulis saat menjadi wartawan setelah hijrah ke Jakarta. Puisi ditulisnya justru setelah lama berhenti menjadi wartawan, yang disebutnya 'terlambat tapi kata-kata mengalir bagai sumbat keran yang dibuka'.

Karya-karyanya dimuat di berbagai milis cyber seperti Bunga Matahari, Sejuta-jiwa, Apresiasi Sastra, Penyair, Fordisastra, Puitika.net, dan media massa seperti Suara Pembaruan, Batam News, tabloid Indo HelPer (Hongkong) dan situs pribadi www.blue4gie.com. Bersama penyair lainnya puisinya termuat dalam "Antologi Empati Yogya" dan "Jogja 5,9 Skala Richter". Saat ini bekerja sebagai staf Public Relations sebuah perusahaan di Jakarta. [selengkapnya]




Buku Sejenis Lainnya:
oleh Hasan Aspahani
Rp 19.000
Rp 16.150
Puisi yang indah tidak harus menetes dari penyulingan kata-kata, penyair bukan hanya harus menjadi penyuling kata, tapi juga bisa menciptakan ...  [selengkapnya]
oleh S. Takdir Alisjahbana
Rp 6.000
Rp 5.100
Kumpulan puisi begitu menyentuh hati pembaca. Emosi di pancarkan cerminan jiwa penulisnya, yang ketika itu sedang dirundung duka mendalam. This ...  [selengkapnya]
oleh Rieke Diah Pitaloka
Rp 25.000
Rp 21.250
Seperti kebahagiaan yang bisa datang ketika tidak diharapkan, demikianlah puisi bertebaran di mana-mana bagi mata hati yang memang terbuka untuk ...  [selengkapnya]
oleh Abdurahman Faiz
Rp 12.500
Rp 10.625
Faiz, nama lengkapnya Abdurahman Faiz, lahir di jakarta, 15 November 1995. Masih muda banget, kan? Siswa kelas 2 SDN 02 Cipayung ini pada usia 3 ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement