Cari berdasarkan:



Di Lengkung Alis Matamu
 


Maaf, stock buku kosong atau out-of-print.


Di Lengkung Alis Matamu   
oleh: Johannes Sugianto
> Puisi & Sastra » Puisi

Penerbit :    Blue4Gie
Edisi :    Soft Cover
ISBN :    9799983932
ISBN-13 :    9799799983939
Tgl Penerbitan :    2006-11-00
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    110
Ukuran :    130x200x0 mm
Sinopsis Buku:
Puisi sederhana bukan puisi gampangan. Ted Kooser, yang pernah menjadi Poer Laureate America, mencapai kesederhanaan itu dengan merevisi sajaknya berulang kali sampai pada kadar kesederhanaan yang ingin ia capai. Ia menguji kesederhanaan itu pada seorang pembaca tetap, yakni sekretaris di kantor perusahaan asuransi tempatnya bekerja sampai pensiun. Johannes Sugianto menguji sajak-sajaknya lewat buku ini. Pembacalah yang berhak memberi penilaian. Pada beberapa sajak, kesederhanaan pengucapan saya berhasil ia capai.
(Hasan Aspahani, pemilik blog sejuta puisi.blogspot.com)

Lewat puisi, Johannes mencerna keseharian hidup yang jauh dari kesan menyenangkan. Ia mengurai kembali pengalaman dan pandangannya terhadap orang-orang terdekatnya, negaranya, kepercayaannya, juga dirinya sendiri. Tema yang diangkatnya seringkali pedih namun tak mendayu. Ia bertutur dengan majas yang bersahaja, mudah dimengerti, sehingga pembaca tak melulu diajaknya malara, tapi diantar melihat serta merasakan keindahan di balik kegetiran. Realis, tanpa kehilangan romantisme, jujur tetapi tetap cantik, pahit sekaligus menyemangati. Jika bukan sebuah ode untuk hidup, kumpulan puisi ini adalah keberhasilan mengubah kesulitan menjadi lambang inspirasi. (Gratiagusti Chananya Rompas, pendiri Komunitas Puisi Bunga Matahari)

Lirik-lirik Joe dalam buku ini adalah catatan perjalanan seorang lelaki, dimana dia meletakkan letihnya sembari berbincang dengan sepi. Sajak-sajaknya adalah fermentasi air mata, nanah luka hati, juga ratapan. Seperti anggur, sajak-sajaknya secara lembut akan membuat dada kita menghangat dalam setiap sesapan (TS Pinang, penyair, Yogyakarta)

Menggauli sajak-sajak Johannes Sugianto seperti menengadah melihat layang-layang yang sedang 'tegak tinggi tali'. Kadang tinggi, tapi tampak dekat, kadang dekat tapi tampak tinggi. Ranah jelajahnya jauh, titik galiannya dalam, gairah puitiknya menggebu seperti riuh angin halimbubu. (Damhuri Muhammad, cerpenis, Jakarta)

***Johannes Sugianto, lahir di Bojonegoro dan besar di Malang. Sejak kecil sudah senang membaca berbagai buku, dan mulai menulis saat menjadi wartawan setelah hijrah ke Jakarta. Puisi ditulisnya justru setelah lama berhenti menjadi wartawan, yang disebutnya 'terlambat tapi kata-kata mengalir bagai sumbat keran yang dibuka'.

Karya-karyanya dimuat di berbagai milis cyber seperti Bunga Matahari, Sejuta-jiwa, Apresiasi Sastra, Penyair, Fordisastra, Puitika.net, dan media massa seperti Suara Pembaruan, Batam News, tabloid Indo HelPer (Hongkong) dan situs pribadi www.blue4gie.com. Bersama penyair lainnya puisinya termuat dalam "Antologi Empati Yogya" dan "Jogja 5,9 Skala Richter". Saat ini bekerja sebagai staf Public Relations sebuah perusahaan di Jakarta.




Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!





Tentang Pengarang:

Johannes Sugianto, lahir di Bojonegoro dan besar di Malang. Sejak kecil sudah senang membaca berbagai buku, dan mulai menulis saat menjadi wartawan setelah hijrah ke Jakarta. Puisi ditulisnya justru setelah lama berhenti menjadi wartawan, yang disebutnya 'terlambat tapi kata-kata mengalir bagai sumbat keran yang dibuka'.

Karya-karyanya dimuat di berbagai milis cyber seperti Bunga Matahari, Sejuta-jiwa, Apresiasi Sastra, Penyair, Fordisastra, Puitika.net, dan media massa seperti Suara Pembaruan, Batam News, tabloid Indo HelPer (Hongkong) dan situs pribadi www.blue4gie.com. Bersama penyair lainnya puisinya termuat dalam "Antologi Empati Yogya" dan "Jogja 5,9 Skala Richter". Saat ini bekerja sebagai staf Public Relations sebuah perusahaan di Jakarta. [selengkapnya]




Buku Sejenis Lainnya:
oleh WS Rendra
Rp 28.000
Rp 23.800

Rendra, penyair legendaris negeri ini, telah lama berpulang. Namun, dia tidak sepenuhnya pergi. Ditinggalkannya alunan ...  [selengkapnya]

Seuntai Puisi Pilihan
oleh Joko Pinurbo
Rp 40.000
Rp 34.000
Rindu seperti sajak sederhana yang tak ada matinya. (2003)

Setelah punya rumah, apa cita-citamu? Kecil saja: ingin sampai rumah saat ...  [selengkapnya]
oleh Dr. Hinca IP Pandjaitan XIII SH MH ACCS
Rp 90.000
Rp 76.500
Prolog Nonang Nonang: Budaya Batak Tak Boleh Mati! (Dr. Hinca IP Pandjaitan XIII SH MH ACCS)

Suatu malam di ...  [selengkapnya]
oleh Abdul Hadi WM
Rp 36.000
Rp 30.600
  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement