Cari berdasarkan:











KNIL: Bom Waktu Tinggalan Belanda   
oleh: Petrik Matanasi
> Sejarah
> Politik & Hukum » Sosial & Politik

List Price :   Rp 28.000
Your Price :    Rp 23.800 (15% OFF)
 
Penerbit :    Media Pressindo
Edisi :    Soft Cover
ISBN :    979-222-230-8
Tgl Penerbitan :    Maret 2008
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    168
Ukuran :    14,5 cm
Sinopsis Buku:
KNIL dibentuk untuk memenuhi kebutuhan pemerintah kolonial Belanda demi mempertahankan dan memperluas wilayah koloninya di Nusantara. Kehebatan KNIL sungguh diakui ketika melawan pembertontakan kaum pribumi, tetapi begitu impoten ketika berhadapan dengan Jepang. Tak ayal Belanda mengalami kekalahan telak terhadap Jepang karena lemahnya pertahanan terhadap serangan luar.

Setelah kekalahannya pada Perang Dunia II, Belanda berusaha membangun kembali masa kejayaannya di Nusantara dengan mengusung NICA dan KNIL. Usaha yang justru menjadi bumerang bagi Belanda….

Buku ini secara menarik mengulas sejarah berdirinya KNIL (Koninklijk Nederlandsce Indische Leger) di Nusantara, eksistensi dan kiprahnya selama masa kolonial sampai dengan pasca Proklamasi Kemerdekaan RI. Tidak hanya itu, buku ini juga mengungkapkan kisah-kisah menarik mereka yang pernah menjalani hidup sebagai KNIL.




Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!



Buku Sejenis Lainnya:
oleh Wawan Susetya
Rp 20.000
Rp 17.000
Buku ini mencoba memberikan “tuntunan ilmu” yang membedah rahasia sukses “ ratu wicaksana kang berbudi bawa leksana” (raja bijak yang berhati mulia) ...  [selengkapnya]
oleh Klaus G. Johannsen
Rp 45.000
Rp 38.250
Di balik proyek besar pembangunan Satelit Palapa yang merupakan titik awal bangsa Indonesia mengenal teknologi komunikasi dan berhubungan dengan ...  [selengkapnya]
oleh Tim Imparsial
Rp 20.000
Rp 17.000
Telah dua tahun lebih pembunuhan terhadap Munir berlalu tanpa adanya perkembangan pengungkapan kasus tersebut. Proses penggapaian pengadilan tersebut ...  [selengkapnya]
oleh St.Sularto
Rp 56.000
Rp 47.600
… seratus tahun Bung Karno bukan sekadar koinsidensi, tetapi tindakan yang sebaiknya kita tangkap dan kita tanggapi sebagai momentum yang bertanya ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement