Cari berdasarkan:



Penyunting Sinting: Ketika Naskah Bikin Pusing


Penyunting Sinting: Ketika Naskah Bikin Pusing   
oleh: Gari Rakai Sambu
> Just for Fun » Humor

Penerbit :    Bukune
Edisi :    Soft Cover
ISBN :    602-8066-21-4
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    288 hlm
Ukuran :    11,5 cm x 19 cm
Sinopsis Buku:
Perkenalkan, Gari Rakai Sambu, editor (penyunting) buku yang telah lama kehilangan akal sehat. Dalam buku Penyunting Sinting: Ketika Naskah Menzalimiku, Gari akan bercerita pengalaman gembelnya bekerja sebagai editor buku. Baca cerita Gari…

Dengan deadline:
“Buatku, deadline adalah semacam makhluk terkutuk yang nista dan biadab yang hobinya mengusik ketenangan hidup orang. Kalo aja nih deadline diumpamain sebagai seorang manusia, wahh… dia pasti udah aku injek-injek. Aku pelintir bulu keteknya, terus aku cabutin bulu hidungnya pake cangkul. Biar mampus!”

Dengan penulis cantik:
“Enaknya lagi jadi editor, aku bisa berhubungan dengan banyak orang. Penyiar radio kalo lagi promosiin buku ke radio, event organizer, orang toko buku, dan – terutama – penulis. Terutama lagi, kalo penulisnya cewek – dan bening. Itu yang penting! Kalo udah ketemu penulis cewek yang manis-manis itu, kepenatanku ngedit naskah tiba-tiba lenyap gak berbekas. Rasanya semuanya terbayar sudah.”

Dengan pekerjaannya sendiri:
“Sama kayak Mak Erot, seorang editor tuh berkewajiban membuat sesuatu yang kecil menjadi besar. Maksudku di sini adalah naskah. Bagaimana pun caranya, setiap editor harus bisa membuat sebuah naskah yang tadinya biasa aja menjadi sesuatu yang luar biasa. Editor berkewajiban untuk menemukan “intan” tersembunyi yang terdapat dalam setiap naskah, mengasahnya, dan membuatnya menjadi emas yang berkilau. Kalo kurang panjang, ya harus dipanjang-panjangin biar jadi lebih bagus. Maksudku di sini masih naskah!”

Tuh kan, Gari Rakai Sambu, memang penyunting sinting.




Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!



Buku Sejenis Lainnya:
oleh Eddy Munich
Rp 39.500
Rp 33.575
Apa jadinya ketika Munjid (Indonesia), Keith Nosestrong (Amerika), dan Adolf Heiss (Jerman) bertemu pada sebuah kampus di salah satu negara di Timur ...  [selengkapnya]
oleh Kang Yadi
Rp 24.500
Rp 20.825
Aduh udah pada gede, kenapa sih masih pada takut ama setan? Habis... setan kan tampangnya serem banget. Ada yang matanya keluar, mukanya rata, ...  [selengkapnya]
oleh Adhitya Mulya
Rp 20.000
Rp 17.000
Lama kemudian, sopir akhirnya menyadari bahwa tidak ada gunanya menipu Ujang karena hanya akan membuat dirinya ingin menindih Ujang dengan Objek ...  [selengkapnya]
oleh Roy Saputra
Rp 27.000
Rp 22.950
“Cup, Jang. Pintu ini bukan pintu biasa. Pintu inilah yang memisahkan kita dengan harta curian dan uang bayaran kita. Pintu inilah yang akan membawa ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement