Cari berdasarkan:



Mohammad Natsir Dalam Sejarah Politik Indonesia
 








Mohammad Natsir Dalam Sejarah Politik Indonesia 
oleh: M Dzulfikriddin
> Politik & Hukum » Sosial & Politik

List Price :   Rp 49.000
Your Price :    Rp 41.650 (15% OFF)
 
Penerbit :    Mizan Pustaka
Edisi :    Soft Cover
ISBN-13 :    9789794335789
Tgl Penerbitan :    2010-12-30
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    0
Ukuran :    160x240x10 mm
Berat :    360 gram
Sinopsis Buku:
“Pengangkatan M. Natsir sebagai Pahlawan Nasional pada era Reformasi bisa menjadi bukti, kita masih siuman dalam menilai sejarah bangsa sendiri. NKRI hari ini adalah fakta keras dari hasil keringat politik Natsir melalui Mosi integrasinya yang sangat fundamental itu. Buku ini penting dibaca karena menguraikan fakta-fakta sejarah perjuangan Natsir yang sangat mencintai Indonesia.” —Ahmad Syafii Maarif, Mantan Ketua PP Muhammadiyah dan Pendiri MAARIF Institute



Seabrek atribut bisa kita sematkan pada Mohammad Natsir—dia adalah cendekiawan, pejuang, politikus, ulama, sekaligus negarawan Indonesia. Dia sempat menjadi menteri kesayangan Bung Karno, menjabat Perdana Menteri, tapi lantas menjelma penentang yang gigih saat Bung Karno menggelar Demokrasi Terpimpin. Mosi Integral merupakan karya utamanya. Berkat mosi ini, Indonesia urung tercabik-cabik.

Bagi umat Islam, Natsir adalah tokoh kebangkitan Islam yang fenomenanya setara dengan Sayyid Quthub dari Ikhwanul Muslimun dan Abul A’la Al-Maududi dari Jama’at Al-Islami. Lantaran itu, Natsir tak hanya pahlawan bagi Indonesia, Dunia Islam pun mengakuinya peran dan pemikirannya.

Natsir adalah patron berpolitik nan santun. Dia dan D.N. Aidit sering berdebat keras di DPR dan Konstituante. Tapi, di luar sidang, keduanya bersahabat. Natsir juga contoh pribadi yang bersahaja. Sebagai pejabat negara, dia tak hidup bermewah-mewah, bahkan dia mengenakan jas tambalan. Santun, bersahaja, tapi teguh pendirian—semuanya adalah teladan yang langka kini. Dengan membaca buku ini, semoga kita dapat mengikuti jejaknya yang amat berharga itu.



“Saya tidak melihat Pak Natsir sebagai demokrat yang terisolasi. Beliau berada di dalam tradisi Islam Indonesia yang inklusif, seperti Tjokroaminoto, H. Agus Salim,dan Wahid Hasyim.” --Anwar Ibrahim, mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia

“Pak Natsir adalah bintang di Konstituante. Pikirannya mendalam dan filosofis.” --Adnan Buyung Nasution, advokat senior

“Sepanjang saya mengenal Pak Natsir dan bergaul erat dengan beliau, kesan saya, Pak Natsir adalah pribadi yang amat jujur dan bersahaja.” Yusril Ihza Mahendra, Mantan Menteri Sekretaris Negara:




Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!



Buku Sejenis Lainnya:
oleh Hans Albert
Rp 60.000
Rp 51.000
Inilah satu dari dua buku terpenting karya Hans Albert, filsuf sosial Jerman kontemporer yang--menurut Karl Popper--paling penting. Buku ini ...  [selengkapnya]
oleh Ahmad Yanuana Samantho
Rp 69.900
Rp 52.425
Dapatkan Discount  25% Selama Pre Order
PO s/d 12 September 2014


[selengkapnya]
oleh Heru Effendy
Rp 32.000
Rp 27.200
Terhitung 88 tahun sejak film pertama Indonesia diproduksi, 1926, ternyata masih banyak potensi yang belum digali. Misalnya, konsep film sebagai ...  [selengkapnya]
oleh Rita Triana Budiarti
Rp 59.000
Rp 50.150
  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement