Cari berdasarkan:



Gerwani: Kisah Tapol Wanita dari Kamp Plantungan
 








Gerwani: Kisah Tapol Wanita dari Kamp Plantungan 
oleh: Amuwani Dwi Lestariningsih
> Politik & Hukum » Sosial & Politik

List Price :   Rp 53.000
Your Price :    Rp 45.050 (15% OFF)
 
Penerbit :    Penerbit Buku Kompas
Edisi :    Soft Cover
ISBN-13 :    9789797096021
Tgl Penerbitan :    2011-09-00
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    258
Ukuran :    140x210x0 mm
Berat :    294 gram
Sinopsis Buku:
Orde Baru menangkapi anggota atau perempuan yang disangka terkait dengan Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) pada royan G30S 1965. Sebagian besar dari mereka dikurung di kamp tahanan politik (tapol) khusus perempuan di Plantungan tanpa melalui proses pengadilan. Di kamp tapol itu mereka disiksa fisik dan psikis sekaligus. Pelecehan seksual bahkan perkosaan menjadi hal yang lazim di tahanan yang seluruh penjaganya adalah lelaki.

Buku ini mengisahkan duka-cerita yang dipikul salah seorang korban salah-tangkap itu, Sumilah. Derita salah-sangka itu tidak berakhir ketika mereka dilepaskan penguasa pada 1979. Mereka harus memikul beban dihina oleh masyarakat sebagai bekas tapol.




Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!



Buku Sejenis Lainnya:
Suatu Telaah Ekonomi Politik
oleh Widigdo Sukarman
Rp 50.000
Rp 42.500

Buku Liberalisasi Perbankan Indonesia ini merupakan telaah ekonomi-politik terhadap kebijakan Paket Juni (Pakjun) 1983 dan Paket Oktober ...  [selengkapnya]

oleh Kompasiana
Rp 54.800
Rp 46.580

Hadirnya Jokowi telah menyumbang nuansa baru di dunia politik Indonesia, terlebih ketika dia mencalonkan diri sebagai capres. Begitu pula sosok ...  [selengkapnya]

oleh Nasihin Masha
Rp 63.000
Rp 53.550
Kita harus kembali kepada jati diri sebagai Bangsa Pemenang. Tak ada kata kalah dalam kamus Bangsa Indonesia.

 “Seorang ...  [selengkapnya]
7 Alasan Dia Cocok Jadi Presiden
oleh Audrey G.D. Tangkudung
Rp 28.000
Rp 23.800
Pertanyaan yang sering muncul saat ini adalah mengapa Prabowo Subianto lebih unggul dan popular dibandingkan banyak calon presiden lain? Mengapa ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement