Cari berdasarkan:



Duka Hati Duka Ilahi : Persiapan Menjemput Kematian








Duka Hati Duka Ilahi : Persiapan Menjemput Kematian 
oleh: Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali
> Religius » Islam » Filsafat

List Price :   Rp 44.000
Your Price :    Rp 37.400 (15% OFF)
 
Penerbit :    Hikmah (Mizan Group)
Edisi :    Soft Cover
Bahasa :    Indonesia
 
Sinopsis Buku:
Hati adalah kendali. Ketika hati tak lagi berfungsi, maka nilai kemanusiaan menjadi mati. Sebagai pusat yang sagnat menentukan gerak dan aktivitas tubuh manusia, hati seharusnya selalu bergetar dengan nilai-nilai kebaikan. Sehingga arah aktivitas manusia condong pada kebaikan pula.

Tuhan sebagai pemilih kasih sayang (rahman dan rahim) telah menunjukkan semua jalan kebaikan. Petunjuk tersebut merupakan kepedulian sekaligus perwujudan cinta Allah pada hamba-hamba-Nya. Ketika cinta yang begitu besar diberikan kepada umat manusia, tetapi manusia tetap saja menyimpang, maka Allah pun merasa berduka (kasihan) padanya. Duka hadir karena kasih sayang yang begitu tinggi.

Buku Duka Hati Duka Ilahi ini ingin menunjukkan adanya ikatan yang erat antara hati dengan Ilahi. Ketika hati tidak lagi berfungsi, maka ia tidak akan pernah sampai pada perjamuan dengan Ilahi. Semua yang dilakukan di dunia ini adalah untuk sampai pada kehidupan abadi di akhirat nanti. Untuk sampai ke sana kita harus melewati proses kematian. Di dalam buku ini digambarkan bagaimana proses kematian dan alam akhirat itu hadir. Secara keseluruhan Al-Ghazali ingin memberikan taushiah tentang pentingnya persiapan menjemput kematian dengan cara membekali diri dengan perbuatan-perbuatan baik. Sehingga dalam wisata menuju alam akhirat, kita bisa sampai pada tujuan yang diinginkan, yaitu surga.

Imam Al-Ghazali yang nama lengkapnya Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali Al-Thusi lahir di kota Thus, Iran pada 445 H/1058M. Bakat intelektualnya terlihat sejak anak-anak, terutama setelah mendapat didikan dari ulama berwawasan ahlu sunah wal-jamaah. Dia sempat direkrut menjadi pimpinan ulama yang memberikan pengesahan pada keputusan-keputusan pemerintah. Namun tampaknya dia lebih betah menjadi tenaga pengajar di Universitas Al-Nizhamiyah, Baghdad. Dari karyanya yang banyak, pemikirannya yang luas, dan sikapnya yang arif, banyak masyrakat yang mengaguminya dan memberinya gelar Hujjat Al-Islam. Setelah merampungkan hampir 100 buku dari berbagai tema, dia dipanggil oleh Allah pada hari Senin, 14 Jumadil Akhir 505 H.




Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!



Buku Sejenis Lainnya:
oleh Moustafa al Qaswini
Rp 12.500
Rp 10.000
Dahulu Orang berkata, Islam adalah agama terbaik dengan penganut terburuk. Sesudah Salman Rushdie, banyak yang berkata, Islam adalah agama yang ...  [selengkapnya]
oleh Sayyid Muhammad Husayni Beheshti
Rp 29.900
Rp 23.920
"Tidaklah mungkin untuk membayangkan sesuatu yang tak mengisi ruang maupun waktu serta kebal terhadap perubahan dalam pergantian."George Lister, ...  [selengkapnya]
oleh Dr. Ali Syariati
Rp 34.500
Rp 27.600
Sebelum berangkat haji, kita harus ''menggugat'' dulu niat, perangkat dan perilaku jiwa kita. Sudah benarkah niat kita? Halalkah uang yang kita ...  [selengkapnya]
oleh Fazlur Rahman
Rp 23.000
Rp 19.550
Seluruh aliran penting pemikiran Islam menerima kenabian sebagai bagian tak terpisahkan dari keimanan. Pada tingkat wacana, persoalan kenabian ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement