|
| 131. | 
| oleh Ed. Coen H. Pontoh
Rp 17.000 Rp 14.450 Neoliberalisme bersama proyek imperialisme globalnya telah menguburkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan dalam peti mati sejarah. Memaksakan kapitalisme sebagai jawaban tunggal menggapai ... [selengkapnya]
|
|
| 132. | 
| Rp 33.000 Rp 28.050 Politik lokal di pedesaan Dunia Ketiga telah dan masih terus dipengaruhi, ditentukan, dan tidak jarang dibentuk oleh aktor-aktor dan gelombang proses nasional, bahkan global yang menyengsarakan ... [selengkapnya]
|
|
| 133. | 
| oleh Munafrizal Manan
Rp 33.000 Rp 28.050 Sejak dulu kursi kekuasaan bukanlah sesuatu yang bersih. Mereka yang duduk di sana selalu berlomba dengan melakukan persekongkolan dan kelicikan, agar tumbuh cepat menjadi kelompok istimewa. Rakyat ... [selengkapnya]
|
|
| 134. | 
| oleh Bruce Patton
Rp 35.000 Rp 29.750 Pertikaian pahit yang tak berujung alias menemui jalan buntuh sering kita hadapi, mulai dari tingkat keluarga, sesama anggota masyarakat, antar partai, antar masyarakat dengan negara, hingga konflik ... [selengkapnya]
|
|
| 135. | 
| oleh Grahame Thompson
Rp 45.000 Rp 38.250 Konsep globalisasi...Telah diterima secara taken for granted oleh aneka pandangan dan kepentingan yang meliputi berbagai spektrum dari ujung kiri hingga ujung kanan: mengisi rak-rak perpustakaan ... [selengkapnya]
|
|
| 136. | 
| oleh Budi Winarno
Rp 38.000 Rp 32.300 Globalisasi diyakini sebagai pendorong gelombang demokrasi dunia ketiga. Namun di sisi yang lain, imbas ekonomi-politik dari globalisasi turut mengancam masa depan demokrasi.
Struktur ... [selengkapnya]
|
|
| 137. | 
| oleh Budi Winarno
[selengkapnya]
|
|
| 138. | 
| oleh Hiroyosi Kano
Rp 48.000 Rp 40.800 [selengkapnya]
|
|
| 139. | 
| oleh Francis Fukuyama
Rp 80.000 Rp 68.000 Dalam buku ini, Fukuyama mengembangkan konsep modal sosial dengan memasukkan berbagai pemikiran dari ilmu-ilmu sosial mutakhir, seperti teori-teori tentang pilihan rasional dan aksi kooperatif. ... [selengkapnya]
|
|
| 140. | 
| oleh Eko Prasetyo
Rp 30.000 Rp 25.500 Sudah terlalu lama guru berdiam diri terhadap apa yang dihadapinya. Walaupun UU Guru telah hadir, itu bukan jaminan kebebasan dan kesejahteraan guru. Profesi guru bukan hanya kurang dihargai tapi ... [selengkapnya]
|
|