|
| 71. | 
| oleh S. Takdir Alisjahbana
Rp 20.000 Rp 17.000 Merupakan potret dari masa masyarakat yang berbeda. Hasil didikan S. Takdir Alisjahbana yang di kumpulkan dari karya berbagai sastrawan.
Puisi Lama and Puisi Baru are pair of anthologies, each ... [selengkapnya]
|
|
| 72. | 
| oleh Remy Sylado
*** Out of Print *** Inilah buku pertama yang memuat puisi-puisi mbeling karya Remy Sylado, pencetus gerakan puisi mbeling, dari
1971 sampai 2003. [selengkapnya]
|
|
| 73. | 
| oleh Remy Sylado
Rp 60.000 Rp 51.000 [selengkapnya]
|
|
| 74. | 
| Inspirasi-Inspirasi Cinta Sejati oleh Kahlil Gibran
Rp 20.000 Rp 16.000 [selengkapnya]
|
|
| 75. | 
| oleh Zhou Fuyuan
Rp 99.000 Rp 84.150 TITIAN JALAK
Qin Guan ( 1049-1100 ; Song )
Rajutan awan menggolak lukisan,
layang bintang menebar penyesalan,
samar melintasi Bima Sakti yang tanpa tepian.
Sekali bersua dalam angin emas embun ... [selengkapnya]
|
|
| 76. | 
| oleh Rieke Diah Pitaloka
Rp 25.000 Rp 21.250 Seperti kebahagiaan yang bisa datang ketika tidak diharapkan, demikianlah puisi bertebaran di mana-mana bagi mata hati yang memang terbuka untuk menangkapnya: seperti buku puisi ini telah ... [selengkapnya]
|
|
| 77. | 
| oleh S. Takdir Alisjahbana
Rp 15.000 Rp 12.750 Syair-syair yang berupa ungkapan buah pikiran STA sesuai situasi kondisi '80an yang tengah dihadapi: perebutan kekuasaan yang penuh murka, perebutan kekayaan yang tidak kenal malu, kegalauan manusia ... [selengkapnya]
|
|
| 78. | 
| oleh Goenawan Mohamad
*** Out of Print *** Inilah himpunan lengkap pertama puisi-puisi dari lima windu karir Goenawan Mohamad, sang penyair, eseis dan wartawan Indonesia.
***
"... ciri khas yang paling menonjol, dan yang menjadikan puisi ... [selengkapnya]
|
|
| 79. | 
| oleh Wendoko
Rp 19.500 Rp 16.575 Suara ku-chen di rerumpun bambu,
di hutan kecil bertabur kabut.
Selepas subuh, dara melangkah
– di tangannya sekeranjang persik
dan angin menggelitik, lewat bukit-bukit.
Suara ku-chen di ... [selengkapnya]
|
|
| 80. | 
| oleh M. Fadjroel Rachman
Rp 50.000 Rp 42.500 Fadjroel Rachman menuliskan biografi negeri (manusia) yang kacau, kelam, sesak, menikam, dan menyayat-nyayat, yang menyeretnya ke dalam lubuk sajak yang bergegas, berlarian di antara kusut, riuh, ... [selengkapnya]
|
|