Kategori
Buku
Fiksi
Lainnya


Format
Soft Cover (357)
Hard Cover (16)

Bahasa
Indonesia (376)

Hasil: 141 - 160 dari 376
GRIDLIST
141.
GREAT EXPECTATION (REPUBLISH 2025) oleh Charles Dickens
Soft Cover, 2025 Rp. 135.000 Rp. 108.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Sejak kecil, Pip yang yatim piatu hidup menumpang di rumah kakak perempuannya dan suaminya. Namun, sebuah pertemuan tak terduga dengan seorang buronan, serta undangan misterius ke rumah Miss Havisham yang penuh rahasia, mengubah jalan hidupnya. Ketika seorang dermawan memberinya kesempatan menjadi bangsawan di London, Pip yakin takdirnya adalah meraih cinta Estella, gadis cantik berhati dingin yang membelenggu hatinya sejak remaja. Namun di balik ambisi, kebanggaan, dan harapan besar yang ...
142.
Soft Cover, 2022 Rp. 129.000 Rp. 103.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier

Sebagai bocah yatim piatu yang tinggal bersama kakak perempuan dan suaminya, Pip tidak pernah memiliki harapan. Namun ketika dia mulai mengunjungi seorang wanita tua kaya raya, Miss Havisham, dan keponakan angkatnya, Estella, mulailah Pip mengharapkan kehidupan yang lebih baik. Kemudian Pip mewarisi sejumlah besar uang dari seseorang misterius, dan dia pun pindah ke London untuk belajar menjadi pria terhormat.

Charles Dickens, salah satu penulis yang paling dicintai dalam Sastra Inggris, telah menikmati kemasyhuran selama hidupnya. Selain dikenal lewat novel-novelnya, Dickens juga bekerja sebagai jurnalis serta menulis esai dan drama. Karya-karya Dickens dipuji karena mempunyai daya tarik bagi semua kalangan. Lewat potretnya terhadap tokoh utama yang tak terlupakan dan mengundang simpati, tokoh antagonis yang menyeramkan, serta karakter-karakter jenaka, dia mengomentari sisi baik dan buruk manusia dalam masyarakat.

 

Great Expectations adalah kisah yang fantastis dan kita dapat becermin di dalamnya.”

-The New Yorker

 

“Salah satu novel paling brilian yang pernah ditulis.”

-Jenny Hartley, Pengarang dan Profesor Sastra Inggris

di Roehampton University

 

BAB 1

Nama keluarga ayahku Pirrip, dan nama baptisku Philip, tetapi yang bisa diucapkan secara singkat dan jelas oleh lidah bayiku adalah Pip. Maka, aku menyebut diriku Pip dan semua orang pun me manggilku Pip. Aku mengetahui bahwa Pirrip adalah nama keluarga ayahku, selain dari batu nisannya, juga dari kakakku, Mrs. Joe Gargery, yang menikah dengan pandai besi. Aku tidak pernah berjumpa dengan ayah atau ibuku dan tidak mengetahui wujud mereka (karena mereka hidup lama sebelum foto ditemukan), bayangan pertamaku mengenai sosok orangtuaku mau tidak mau kuperoleh dari batu nisan mereka. Bentuk abjad di batu nisan ayahku memberiku gagasan aneh bah wa dia berbadan tegap, kekar, berkulit gelap, dan berambut ikal hi tam. Dari lekak-lekuk tulisan, “Terbaring Juga, Georgiana, Istri Pria di Atas,” otak kanak-kanakku menyimpulkan bah wa ibuku sakit-sakitan dan wa jah nya berbintik-bintik. Untuk lima batu nisan belah ketupat kecil, masing-masing setinggi sekitar setengah meter, yang berderet r a pi di samping makam orangtuaku dan menyimpan kenangan sa kral k elima adik lelakiku—yang menyerah pada tahap sangat dini da lam perjuangan menghadapi kehidupan—aku yakin seyakin-yakin nya bah wa mereka semua terlahir dalam posisi berbaring dan mengan-tongi tangan, tanpa pernah mengeluarkannya di dunia ini.

Kami tinggal di desa berawa dekat sungai, sekitar dua pu luh mil dari laut. Ingatan terjelas pertamaku mengenai iden titas sepertinya ku dapatkan pada suatu sore yang berkesan. Ketika itulah aku tahu bahwa tempat sunyi yang dipenuhi paku-pakuan ini adalah ku bur an gereja; dan bahwa Philip Pirrip, mantan jemaat gereja ini, juga Geor-giana istrinya, su dah meninggal dan dikubur; dan bahwa Alexander, Bartho  lomew, Abraham, Tobias, dan Roger, bayi mereka, juga sudah me ninggal dan dikubur; dan bahwa dataran liar dan gelap di dekat ku buran, yang hanya dipisahkan oleh tanggul, gundukan-gunduk an tanah, dan gerbang, dan sesekali dikun jungi hewan ternak, adalah rawa; dan bahwa garis kelabu di bawa hnya adalah sungai; dan bahwa sarang makhluk ganas di ke jauhan, tempat angin berasal, adalah laut; dan bah wa bun tal an kecil yang gemetar dan takut pada semuanya, lalu mu lai menangis, adalah Pip.

“Jangan berisik!” seru suara parau milik pria yang men dadak ber diri di tengah kuburan di dekat teras gereja. “Diam, Iblis Kecil, atau kugorok lehermu!”

Tampaklah seorang pria garang berpakaian abu-abu kumal dengan belenggu besi besar di kakinya. Dia tidak bertopi, sepatunya jebol, dan kain kumal membungkus kepalanya. Pria itu basah kuyup, berlepotan lumpur, kakinya luka akibat menginjak-injak batu, dan tubuhnya lecet-lecet akibat belenggu besi, duri, dan semak-semak gatal; dia pincang, ge   metar, memelotot, dan menggeram; dan giginya ber  gemeletuk saat dia menyambar daguku.

“Oh! Jangan gorok leherku, Sir,” aku memohon dengan ngeri. “Tolong, jangan lakukan itu, Sir.”

“Sebutkan namamu!” ujarnya. “Cepat!”

“Pip, Sir.”

“Sekali lagi,” pria itu memelototiku. “Yang keras!”

“Pip. Pip, Sir.”

“Tunjukkan rumahmu,” katanya. “Tunjukkan tempat itu!” Aku menunjuk desa tempat tinggal kami, dataran di antara pepo honan alder dan pollard, sekitar satu mil dari gereja.

Pria itu, setelah menatapku sejenak, menjungkirbalikkanku se-hingga isi sakuku berjatuhan. Tidak ada apa-apa di dalamnya selain se  potong roti. Begitu gereja kembali tegak—saking perkasanya dia, se konyong-konyong badanku sudah terbalik sehingga menara ge reja seolah-olah pindah ke bawah kakiku—aku duduk di atas se-bu ah batu nisan tinggi, gemetar, sementara dia menyantap rotiku de  ngan lahap.

“Hei, Bocah,” kata pria itu sambil menjilati bibir, “pipimu tem  bam.”

Pipiku memang tembam walaupun badanku termasuk kecil dan lemah untuk anak seumurku.

“Menggiurkan sekali,” kata pria itu dengan gelengan mengancam, “aku gila kalau tidak ingin memakannya.”

Dengan jujur, kuungkapkan harapanku agar dia tidak memakan pipi ku. Aku berpegangan erat pada batu nisan yang kududuki, se-bagian agar tidak jatuh, dan sebagian untuk menahan tangis.

“Lihat ke sini!” perintah pria itu. “Di mana ibumu?”

“Di situ, Sir!” jawabku.

Dia terhenyak, mundur beberapa langkah, lalu berhenti dan me nengok ke belakang.

“Di situ, Sir!” terbata-bata, aku menjelaskan. “Terbaring Juga Georgiana. Itu ibuku.”

“Oh!” dia kembali. “Dan ayahmukah yang dikubur bersama-nya?”

“Ya, Sir,” jawabku, “dia juga sudah meninggal; mantan jemaat gereja ini.”

“Ha!” gumamnya sambil berpikir. “Jadi, kau tinggal de ngan siapa—kalau aku membiarkanmu hidup walaupun itu be lum ku-putuskan.”

“Kakakku, Sir—Mrs. Joe Gargery—istri Joe Gargery, si Pandai Besi, Sir.”

“Pandai besi, ya?” katanya. Dia menunduk mantap ke kaki nya. Setelah beberapa kali mengalihkan pandangan suramnya antara aku dan kakinya, dia mendekati batu nisan yang kududuki, meme-gang kedua lenganku, dan mendorongku ke belakang sejauh mungkin agar tatapannya kepadaku kian tajam dan tatapanku kepadanya kian ke habisan daya.

“Lihat ke sini,” katanya, “ini masalah hidup dan matimu. Kau tahu kikir?”

“Ya, Sir.”

“Kau juga tahu belati?”

“Ya, Sir.”

Sehabis melontarkan setiap pertanyaan, dia mendorongku se  makin jauh, sehingga aku semakin merasa tidak berdaya dan ter-a n cam bahaya. 

“Ambilkan kikir untukku.” Dia mendorongku. “Dan belati.” Dia mendorongku lebih jauh. “Bawakan keduanya kemari.” Lagi-lagi dia mendorongku. “Kalau kau tak ingin jantung dan hatimu ter  burai.” Dia terus mendorongku.

Aku benar-benar ketakutan dan lemas. Aku berpegangan ke-pa da  nya dengan kedua tanganku dan berkata, “Mohon tegakkan ba  dan  ku dahulu, Sir, agar aku tidak mual, dan mungkin bisa lebih mem  bantu.”

Dia mendadak menjungkirbalikkanku, sehingga gereja seolah-olah melompati ayam jantan penanda angin di atapnya. Kemudian, dia mencengkeram lenganku dan menegakkanku di atas batu nisan sebelum menyampaikan pesan sarat an cam an:

“Besok pagi, berikan kikir dan belati itu kepadaku. Bawa ke dua nya ke Battery tua di sana. Lakukan saja, jangan coba-coba 

menga ta kan atau mengisyaratkan apa pun bahwa kau pernah bertemu de ngan ku atau siapa pun, dan kau akan tetap hidup. Jika tidak, atau ka lau kau membocorkan omonganku kepada orang lain, sesedikit apa pun, hati dan jantungmu akan kucongkel, lalu kupanggang dan ku makan. Ingat, aku tidak sendirian, kalau itu yang kau kira. Aku ber sembunyi de ngan seorang pemuda, dan dia menganggapku Malai kat. Dia mematuhi semua omonganku. Pemuda itu punya rahasia. Dia pernah menculik seorang bocah, lalu memakan jantung dan hati nya. Percuma saja kalau bocah yang sudah diincarnya mencoba ka bur. Bocah itu bisa saja mengunci pintu, lalu berbaring di ranjang, me nutupi badannya dengan selimut, menutupi kepalanya dengan baju, mengira dirinya aman dan nyaman, tapi pemuda itu akan meng endap-endap dan merobek-robek badan si Bocah. Walaupun harus bers   usah pa yah, aku akan menjauhkan pemuda itu darimu untuk saat ini. Meskipun sulit untuk melarangnya mengincar jeroanmu. Nah, ba ga i mana menurutmu?”

Aku berjanji untuk membawakannya kikir dan makanan seadanya, dan menemuinya di Battery pada pagi buta.

“Katakan, Tuhan akan menyambarmu sampai mati kalau kau ber  bohong!” perintahnya.

Aku mematuhinya, dan dia menurunkanku.

...
143.
Hafalan Shalat Delisa oleh Tere Liye
Soft Cover, Maret 2018 Rp. 48.859 Rp. 39.087 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Delisa adalah gadis kecil asal Lhok-Ngah Aceh berusia 6 tahun ini penggemar warna biru. Gadis cerdas, polos, dan suka bertanya ini tinggal bersama umminya dan ketiga kakaknya. Ayahnya bekerja di kapal tanker dan baru pulang setiap 3 bulan sekali. Suatu waktu, Delisa mendapat tugas menghafal bacaan shalat, dan umminya pun berjanji akan memberinya hadiah bila Delisa mampu menuntaskannya.  Namun Tuhan lebih tahu apa yang lebih baik untuk hamba-Nya. Tsunami datang melumatkan senyuman pada wajah ...
144.
Soft Cover, April 2018 Rp. 65.000 Rp. 52.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Coda si beruang dan ibunya sedang dalam bahaya. Apa pun akan dilakukan Ibu Beruang untuk melindungi anaknya.Nyawa pun rela ia korbankan. Apakah Coda akan tinggal diam? Selamatkah mereka dari bidikan sang pemburu?  ***  Kisah Coda membuktikanbetapa besar kasih seorang ibu. Kasihnya yang tanpa pamrih membuahkan kebaikan yang tulus. Kisah Coda ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Korea. Sampai saat ini, sudah diterjemahkan ke sembilan bahasa, yaitu Prancis, Italia, Spanyol, Turki, ...
145.
HIGH SCHOOL LOVE STORY oleh HAULA S
Soft Cover, 2018
Stock tidak tersedia
Tiada hari tanpa perang mulut antara Sania dan Devan. Bagi Sania, Devan itu super usil dan nyebelin. Bagi Devan, Sania itu sasaran empuk buat dijailin tiap hari. Namun, pertengkaran-pertengkaran itulah yang justru mendekatkan mereka. Dan, seperti yang sudah bisa kamu tebak, sahabat mana, sih, yang dengan gampang menghindari rasa cinta? Akan tetapi, cerita Sania dan Devan beda. Ini lebih sakit daripada sekadar friend zone, lebih pedih daripada kisah cinta bertepuk sebelah tangan. Hubungan ...
146.
HOPE AND HOME oleh Asmira Fhea
Soft Cover, 2026 Rp. 49.000 Rp. 39.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Hamna punya rahasia. Dia memiliki sebuah akun dengan nama pengguna milkteasoul di MateUp—sebuah aplikasi kencan daring. Tujuannya bukan untuk mencari teman kencan. Hamna hanya butuh teman mengobrol secara anonim agar lebih leluasa mencurahkan isi hatinya.  Pada latecoffeeguy, satu-satunya teman mengobrol Hamna di MateUp, dia menceritakan semuanya. Tentang Ayah yang diberhentikan dari pekerjaannya, tentang plafon rumah yang runtuh saat kondisi ekonomi sedang susah-susahnya, juga ...
147.
HOTEL MOOI INDIE oleh Sekar Ayu Asmara
Rp. 59.000 Rp. 47.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Hotel Mooi Indië berdiri sejak tahun 1930, ketika era kolonial masih berlangsung. Namun, bukan karena tahun berdirinya hotel ini menjadi angker. Semua ini bermula dari pemiliknya: seorang suami bengis yang senang selingkuh dan sering menyiksa istrinya. Sinopsis: Bimo seorang sutradara spesialis film horor. Tatiana seorang foodie punya podcast khusus membahas makanan. Dirga mahasiswa sastra Jawa bertekad membangkitkan popularitas bahasa hanacaraka. Ketut dokter yang tengah memperdalam ...
148.
IMIGRAN DARI SORGA oleh Pidi Baiq
Soft Cover, 2026 Rp. 99.000 Rp. 79.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Di Desa Cibodas, hidup Halima yang sederhana berubah ketika seorang pria misterius datang dan mengaku sebagai “Imigran dari Sorga.” Kehadirannya menggegerkan warga, memicu rasa takut, penasaran, dan tuduhan sesat. Bagi Halima, lelaki pendiam yang berkomunikasi lewat tulisan ini justru membuka perjalanan sunyi penuh tanya tentang kelahiran, keyakinan, dan makna hidup. Dengan gaya khas Pidi Baiq yang jenaka dan lugu, kisah ini merangkum kehidupan kampung, gosip warga, dan perjumpaan ...
149.
Soft Cover, 2026 Rp. 199.000 Rp. 159.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Tengah malam, Robert Langdon terbangun di rumah sakit dan syok saat mendapati dirinya ada di Florence, Italia. Padahal, ingatan terakhirnya adalah berjalan pulang setelah memberi kuliah di Harvard. Belum sempat Langdon memahami keganjilan ini, dunianya meledak dalam kekacauan. Di depan mata, dokter yang merawatnya ditembak mati. Langdon berhasil lolos atas bantuan Sienna Brooks, seorang dokter muda yang penuh rahasia. Dalam pelarian, Langdon menyadari bahwa dia memiliki sebuah stempel kuno ...
150.
INGATAN IKAN-IKAN oleh sasti gotama
Soft Cover, 2024 Rp. 79.000 Rp. 63.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Bila mitos itu benar, bahwa ikan mas koki hanya mampu mengingat selama tiga detik, Lian akan mengirim surel kepada Tuhan dan minta dikutuk menjadi ikan. Bagi Lian, ingatan adalah tawa manusia yang menjelma jarum-jarum menyakitkan. Bagi Ombak, ingatan adalah kaki-kaki sewarna arang dalam kantong hitam pada Kamis kelam sembilan delapan. Bertahun-tahun kemudian, Penatu Binata hadir menawarkan jasa mencuci ingatan. Berkat itu, tak ada lagi mimpi-mimpi kelam, tak ada lagi tawa yang menyakitkan. ...
151.
Soft Cover, 2026 Rp. 79.000 Rp. 63.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Bila mitos itu benar, bahwa ikan mas koki hanya mampu mengingat selama tiga detik, Lian akan mengirim surel kepada Tuhan dan minta dikutuk menjadi ikan. Bagi Lian, ingatan adalah tawa manusia yang menjelma jarum-jarum menyakitkan. Bagi Ombak, ingatan adalah kaki-kaki sewarna arang dalam kantong hitam pada Kamis kelam sembilan delapan. Bertahun-tahun kemudian, Penatu Binata hadir menawarkan jasa mencuci ingatan. Berkat itu, tak ada lagi mimpi-mimpi kelam, tak ada lagi tawa yang ...
152.
Soft Cover, 2017
Stock tidak tersedia
Seorang penyair muda, mengawali hidup penuh gelora. Gegap gempita dia masuk gelanggang perjuangan kemerdekaan, dengan deretan puisinya yang menggelegar dan mengobrak-abrik tatanan sastra masa itu. Chairil ingin merdeka. Dia ingin hidup seribu tahun, tanpa harus meng-hamba kepada siapa pun. Tetapi, jiwanya yang bebas pun lambat laun dibebani realita yang tak seindah sastra. Wafat secara tragis menjelang usia ke-27 dan hanya meninggalkan warisan; sepasang sepatu dan kaus kaki hitam, satu ...
153.
INTO THE UNCUT GRASS oleh Trevor Noah
Soft Cover, 2025 Rp. 89.000 Rp. 71.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Sinopsis : “Cepat atau lambat ibumu akan menemukan kita,” kata Walter, menoleh ke arah rumah. “Selalu begitu.” “Tidak akan! Kali ini kita akan pergi ke tempat yang belum pernah kita datangi,” kata si bocah. “Kita akan memasuki rimbunan rumput liar!” Demi menghindari peraturan rumah yang menjemukan, si bocah menapaki dunia luar yang asing dan mendebarkan. Ke hutan ajaib, penuh ilalang dan rumput liar! Bersama Walter si beruang tua, dia bertemu dengan beragam makhluk dan ...
154.
Jalan Panjang Menuju Pulang oleh Pipiet Senja
Hard Cover, Mei 2022 Rp. 67.000 Rp. 53.600 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
  Novel ini akan membawa kita pada perjalanan hidup seorang perempuan yang perih, tapi penuh dengan hikmah. Keputusan apa yang akan kau buat saat dirimu menjadi anak tertua dari keluarga yang serbakekurangan dan lima adik yang masih mengenyam pendidikan?  Tindakan apa yang bisa dilakukan, saat kau melihat ayahmu berjuang mempertahankan sekarung beras terakhir hasil panennya, dari tangan preman yang tanpa ampun mengangkut semua hasil kerja keras yang ia punya?  Di usianya yang masih belia, ...
155.
Jane oleh Rachel Givney
Soft Cover, Mei 2022 Rp. 125.000 Rp. 100.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
  Dalam novel Jane in Love ini, Rachel Givney menciptakan ulang sosok Jane Austen dengan bumbu romance dan fantasy.  Dikisahkan, Jane Austen yang hidup tahun 1800-an, di mana wanita lajang yang berprofesi sebagai penulis dianggap sangat tidak membanggakan.  Dan di masa itu masih dianggap tidak lazim bila ada wanita yang berkarir atau berpenghasilan. Sayangnya, Jane yang mencintai dunia kepenulisan hidup di masa itu, dan ia belum menemukan cinta sejatinya.  Suatu hari, Jane ...
156.
JANGAN KHAWATIR ALLAH BERSAMAMU oleh MUHAMMAD FARID WAJDI
Soft Cover, 2017
Stock tidak tersedia
Hati akan menjadi sempit bila orientasi hidup kita hanyalah dunia. Sebaliknya, hati akan lapang bila segala sesuatu diniatkan ibadah kepada Allah. Dialah yang berkuasa untuk menentukan kedua hal itu di hati kita.   Mengapa kita tidak bersimpuh meminta jalan lurus kepada-Nya? Allah akan senang bila ada seorang hamba yang menengadahkan tangan meminta sesuatu kepada-Nya. Kesungguhan dan keikhlasan hati sangat penting dimiliki. Hal ini akan menentukan kualitas ibadah dan ...
157.
Jangan Lepaskan Islam walau Sedetik!! oleh Masykhuril Khamias
Soft Cover, Mei 2022 Rp. 65.000 Rp. 52.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
  Jangan lepaskan Islam, walau sedetik. Inilah ikrar dan tekad yang wajib ada dalam diri setiap kita. Satu ikrar dan tekad untuk menjalani kehidupan sejalan dengan tujuan kita diciptakan (QS adz-Dzariyat [51]: 56) dan berusaha agar semua aktivitas hidup yang kita jalani tidak lari dari status kita sebagai hamba Allah Swt. (QS al-An’am [6]: 162-163). Inilah jalan hidup yang seharusnya kita pilih dan terus berusaha untuk selalu ada di dalamnya. Kita memiliki siklus hidup yang sama. Dimulai ...
158.
JAZZ, PARFUM & INSIDEN oleh Seno Gumira Ajidarma
Soft Cover, 2022
Stock tidak tersedia

...
159.
Jejak Sang Pencerah oleh Didik L Hariri
Soft Cover, Mei 2022 Rp. 60.000 Rp. 48.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
  Ketika kereta api melewati wilayah karesidenan Magelang, ia teringat pada seorang kyai yang mempertanyakan kenapa dirinya memakai sistem pangajaran seperti orang kafir. Dengan tenang Haji Ahmad Dahlan balik bertanya, “Maaf, Kyai, saudara dari Magelang ke sini tadi berjalankah atau memakai kereta api?” “Pakai kereta api, Kyai,” jawab sang Kyai tersebut. “Kalau begitu, nanti kalau Kyai pulang sebaiknya dengan berjalan kaki saja.”  “Lho… Mengapa?” tanya sang tamu ...
160.
JIHAD SELFIE oleh NOOR HUDA ISMAIL
Soft Cover, 2018 Rp. 34.500 Rp. 27.600 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Wildan Mukhallad, pelajar berprestasi di Universitas Al-Azhar, Kairo itu tiba-tiba menghilang. Tak ada info sama sekali tentang kepergiannya dan tak seorang pun berhasil mengontaknya. Beberapa waktu kemudian, terdengar kabar Wildan mati melakukan bom bunuh diri setelah bergabung dengan ISIS. Kasus seperti ini tidak hanya menimpa Wildan. Ada beberapa pelajar Indonesia berprestasi di mancanegara yang tersebar di berbagai universitas terkemuka juga terdorong bergabung dengan ISIS. Komik ini ...