| Soft Cover, Mei 2018 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
42.
| Soft Cover, 2013 | Rp. 30.000 | Rp. 24.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN) adalah masalah terbesar di negera kita dan inilah yang membuat kita tidak maju. KKN sudah dimulai di sekolah dasar ketika murid menyontek pada saat ujian, guru memberi nilai tidak adil, tidak transparan, dan tidak akuntabel. Lulusan terbaik dari perguruan tinggi terbaik tidak diterima jadi pegawai, sebaliknya lulusan yang tidak baik diterima. Korupsi terus merajalela. Reformasi birokrasi yang sudah lama diupayakan belum menunjukkan hasil yang memadai. Buku ...
43.
| Soft Cover, April 2018 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
“Tak ada hal baru yang bisa ku ajarkan kepada dunia. Kebenaran (truth) dan anti kekerasan (non-violence) sama tuanya dengan gunung-gunung .... Tuhan adalah Kebenaran. Orang yang tidak murni hatinya tidak dapat melihat Tuhan. Karena itu, proses pemurnian diri tentu harus diupayakan dalam perjalanan hidup. Dan proses pemurnian diri akan mudah mempengaruhi orang-orang yang ada di sekitarnya”. — (M.K. Gandhi)
Buku autobiografi ini mengisahkan sejarah seorang yang berhasil menuliskan kisah ...
44.
| Soft Cover, Februari 2018 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
“Pertahankan keutuhan tanah leluhur yang telah diwariskan ini dari rongrongan bangsa mana pun. Tidak ada sejengkal pun tanah yang direbut bangsa lain. Pertahanka ini!”
“Gunakan segala kemampuan yang ada. Tidak ada alasan untuk menunda. Gunakan tanganmu, gunakan kakimu, gunakan otakmu untuk menggugah akalmu.”
“Jika engkau lelah bayangkan sakitmu. Jika engkau sakit bayangkan semangatmu. Jika semangatmu kendur tarik gendewamu, putar tombakmu, dan benamkan keris di dada ...
45.
| Soft Cover, Desember 2012 | Rp. 32.000 | Rp. 25.600 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Dalam masa pengasingan, Rama dan Laksamana harus menghadapi cobaan berat. Rama harus kehilangan istrinya yang ditinggal sendiri di hutan. Setelah mencari ke mana-mana, akhirnya Rama mengetahui istrinya diculik oleh Rahwana, raja raksasa dari negara Alengka. Untuk menyelamatkan istrinya, Rama harus menaklukkan negara Alengka yang mempunyai banyak satria yang sakti di samping harus membunuh raja Rahwana yang sakti dan tidak bisa mati. Dengan bantuan Laksamana, Sugriwa, dan Anoman, Rama ...
47.
| Soft Cover, Mei 2017 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Masa sekitar pergantian abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20 merupakan zaman emas untuk kartu pos. Demikian juga yang terjadi di Nusantara. Pada masa itu, saat telepon masih belum umum digunakan atau dianggap terlalu mahal, kartu pos merupakan media korespondensi terpenting untuk kalangan yang bisa baca tulis. Banyak penerbit swasta mengedarkan beraneka macam kartu pos bergambar yang menarik, sesuai dengan keinginan para pelanggan. Menariknya, bukan sekadar media korespondensi dalam dan ...
48.
| Hard Cover, Desember 2017 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Cantik Itu Luka (Hc Limited Edition) ...
49.
| Soft Cover | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Serat Centhini 12: Dua Sejoli Hidup Bahagia Di Alam Kesempurnaan ...
50.
| Soft Cover | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Serat Centhini, atau juga disebut Suluk Tambanglaras atau Suluk Tambangraras-Amongraga, merupakan salah satu karya sastra terbesar dalam kesusastraan Jawa Baru. Serat Centhini menghimpun segala macam ilmu pengetahuan dan kebudayaan Jawa, agar tak punah dan tetap lestari sepanjang waktu.
Seri 7 Serat Centhini mengisahkan tentang kisah pernikahan Niken Tambangraras dengan Syekh Amongraga yang masih sibuk mengajari para kerabat Wanamarta. Selain itu, hingga hari ke40 malam-malam kebersamaan Syekh ...
51.
| Soft Cover, Agustus 2017 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Sinta berubah. Namanya jadi Janaki. Janaki pun berubah. Namanya jadi Waidehi. Tapi, Rahwana tetap mencintainya. Rahwana tetapmenjunjungnya, menyembahnya. Terhadap titisan Dewi Widowati itu ia tak menyembah nama. Rahwana menyembah Zat melalui caranya sendiri. Persembahannya secara agama cinta .... Hmmm .... Uhmmm ... Sebuah nama yang ada bukan karena dinamai. Sebuah nama yang ada juga bukan karena menamai dirinya sendiri. Adakah itu? Ada. Rahwana yakin itu ada. ...
52.
| Soft Cover, Juli 2017 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Mohammad Natsir orang yang puritan. Hidupnya tak berwarna-warni seperti cerita tonil. Tapi kadang kala orang yang lurus bukan tak menarik. Ia punya daya tarik sendiri: santun, bersih, konsisten, toleran, tapi teguh berpendirian. Indonesia sekarang seakan-akan hidup di sebuah lingkaran setan yang tak terputus: regenerasi kepemimpinan terjadi, tapi birokrasi dan politik yang bersih, kesejahteraan sosial yang lebih baik, terlalu jauh dari jangkauan. Natsir seolah-olah wakil sosok yang berada di ...
54.
| Soft Cover, Agustus 2017 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
''Dalam Rahvayana, cinta itu indah, bergairah, walau kadang berdarah. Terutama ketika jatuh cinta, atau dijatuhi. Menyenangkan, karena cinta menjadi pemenang: baik bagi Sinta, Rahwana, atau pembaca."
—Arswendo Atmowiloto, penulis
''Nakal dan jenaka—khas sang dalang edan Sujiwo Tejo. Membaca novel ini seperti dibawa bertualang di antara dua dunia, ketika tokoh pewayangan hidup di dunia modern. Satu hal yang terlintas di benak, ah, betapa beruntungnya menjadi Sinta ...
55.
| Soft Cover | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Pondok Madani. Dia bahkan sudah bisa bermimpi dalam bahasa Arab dan Inggris. Impiannya?
Tinggi betul. Ingin belajar teknologi tinggi di Bandung seperti Habibie, lalu merantau sampai ke Amerika. Dengan semangat menggelegak dia pulang kampung ke Maninjau dan tak sabar ingin segera kuliah. Namun kawan karibnya, Randai, meragukan Alif mampu lulus UMPTN. Lalu dia sadar, ada satu hal penting yang dia tidak punya. Ijazah SMA. Bagaimana mungkin mengejar semua cita-cita tinggi tanpa ...
56.
| Soft Cover | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Serat Centhini dibuka dengan Babad Giri Mataram yang mengisahkan tentang lahirnya Sunan Giri, masa kejayaannya, hingga runtuhnya Giri Kedhaton. Syahdan pada masa Sunan Giri (Sunan Kawis Guwa-ed.), kerajaan mataram di bawah pimpinan Sultan Agung bersekutu dengan Pangeran Pekik dari Surabaya untuk menundukkan kekuasaan Sunan Giri. Peperangan dahsyat tak terelakkan, hingga akhirnya kekuasaan Giri takluk di bawah Mataram. Sunan Giri beserta seluruh keluarganya menjadi tawanan. Namun ketiga anaknya, ...
57.
| Soft Cover, Juli 2017 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Kiai Wahid, demikian dia biasa disapa, merupakan tokoh pembaru pesantren dan pendidikan Islam negeri ini. Sepulang menyantri di sejumlah pesantren di Jawa Timur dan belajar di Negeri Arab, ayah Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid ini memasukkan pendidikan umum dalam sistem pendidikan Pesantren Tebuireng. Kepiawaiannya berorganisasi dan berpolitik membuat Wahid Hasyim dipilih sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Ia ...
58.
| Soft Cover | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Kepercayaan diri Alif sedang menggelegak. Sudah separuh dunia dia kelilingi, tulisannya tersebar di banyak media, dan dia diwisuda dengan nilai terbaik. Perusahaan mana yang tidak tergiur merekrutnya?
Namun Alif lulus di saat yang salah. Akhir '90-an, Indonesia dicekik krisis ekonomi dan dihoyak reformasi. Lowongan pekerjaan sulit dicari. Kepercayaan dirinya goyah, bagaimana dia bisa menggapai impiannya?
Secercah harapan muncul ketika Alif diterima menjadi wartawan di Ibu Kota. Di sana, ...
59.
| Soft Cover, Juli 2017 | Rp. 120.000 | Rp. 96.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Bagi sebagian orang, melihat matahari terbit di Gunung Bromo atau menyelam di Bunaken sudah membosankan. Sesungguhnya, Tanah Air kita menyimpan seribu nirwana tak tersentuh nun di pelosok.
Cobalah tengok Taman Nasional Teluk Cenderawasih di Kwatisore, Nabire, Papua. Hiu paus (Rhincodon typus) yang hidup di sana menjadikan pemandangan alam bawah laut yang berbeda. Ikan berbobot 9 ton dan panjang 10 meter itu lebih “jinak” dibanding ikan lainnya. Dengan menyelam atau diving, kita dapat ...
60.
Malam Bencana 1965 Dalam Belitan Krisis Nasional
Bagian I Rekonstruksi dalam Perdebatan
| Soft Cover, 2012 | Rp. 95.000 | Rp. 76.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Seorang teoretikus sejarah terkemuka dengan lantang berkata bahwa "sejarah adalah ilmu untuk mendapatkan kebenaran", padahal sebagai sebuah cabang ilmu pengetahuan, sejarah tidak bisa berpretensi sebagai disiplin keilmuan yang bisa menentukan ketentuan yang umum berlaku dan tidak pula bisa berniat untuk memperlihatkan kenyataan yang sesungguhnya, karena yang ingin ditemukan ialah rekonstruksi "kebenaran" otentik yang mungkin telah tertutup ...




Keranjang






