7disabled
No Image Available
Stok Tidak Tersedia
Atau
Tambah ke Daftar Keinginan

Beritahukan jika produk ini tersedia kembali
Pitaloka: Cahaya (Soft Cover)
oleh Tasaro

Ketersediaan : Stock tidak tersedia

Format : Soft Cover
Tanggal Terbit : Januari 2007
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Aditera
Halaman : 336
Dimensi : 110 mm x 180 mm



Deskripsi:
BUKU ini merupakan buku pertama dari trilogi yang berjudul Pitaloka "Cahaya-Mahkota-Nirwana". Buku ini menceritakan konflik 3 pihak, yaitu antara Raja Linggabhuwana dari kerajaan Surawisesa yang beribu kota di Kawali melawan Yaksapurusa, seorang pimpinan atau gembong penjahat yang sangat terkenal dan meresahkan masyarakat, serta kehadiran padepokan baru yang dipimpin oleh orang bijak bernama Candrabhaga. Dalam novel ini, penulis mengadaptasi dari cerita sejarah tujuh abad silam, Perang Bubat, 1357. Pitaloka adalah anak Raja Linggabhuwana. Ia digambarkan sebagai sosok pendekar wanita dengan kemampuan silat yang tinggi dan memiliki ilmu pedang tanpa nama yang berlandaskan pada ajaran mulia gurunya, Candrabhaga. Secara terselubung raja memasukkan Pitaloka yang masih berumur sekitar 8 tahun sebagai salah satu murid dengan nama samaran "Sannaha". Selama 4 tahun Sannaha menimba ilmu di sana. Setelah misi tercapai, sang raja menitahkan untuk menutup dan menghancurkan padepokan. Begitu bebas, Candrabhaga dan keluarganya menyingkir ke barat dan menetap di lereng Pangrango. Konflik antara Raja Linggabhuwana dan Yuksapurusa dipicu oleh penyerbuan pasukan raja ke tempat persembunyian Yaksapurusa. Hal ini menimbulkan dendam di hati pimpinan penjahat tersebut. Bersama 4 pilar utama pembantunya, yaitu anak kandungnya, Purandara (Elang Merah), Datu Tantra (Kuda Putih), Brajagiri (Harimau Emas), dan Ghangga (Merak Hitam), Yaksapurusa senantiasa berupaya mengganggu ketenteraman hidup Raja Linggabhuwana. Lima tahun setelah terusirnya Candrabhaga dari kota Kawali, Pitaloka yang sudah tumbuh menjadi gadis remaja dengan kemampuan kanuragannya yang semakin hebat dan kecantikannya yang tanpa cela, berangkat menuju lereng Pangrango, tempat Candrabhaga mendirikan padepokan barunya. Baginya, Candrabhaga adalah orang yang sangat dicintai dan dihormatinya. Ketika Raja Linggabhuwana mengirim seribu prajurit untuk menghancurkan kembali padepokan gurunya, Pitaloka pun bergegas menuju lereng Pangrango untuk menyelamatkannya. Namun, sebuah konspirasi keji telah menunggunya. Pitaloka bertekad untuk keluar sebagai pemenang. Sebuah novel yang menarik untuk dibaca, penuh aksi dan konflik. Sebuah keberanian penulis dalam mengacak-acak realitas dan sejarah. (Pusat Data Redaksi)

Kategori dan Rangking Bestseller:

Buku Lainnya oleh Tasaro:
Halaman 1 dari 1
(Soft Cover)
oleh Tim Penulis Kick Andy (Adiyanto, Tasaro, Yusran Fauzi)
Stock tidak tersedia
No Image Available
(Soft Cover)
oleh Tasaro
(2)
Stock tidak tersedia

Review Konsumen:
5 -
4 -
3 -
2 -
1 -
Jadilah yang Pertama untuk Review
Tulis Review Anda
Tulis Review Anda