Agama pernah diramalkan bakal lenyap, tergantikan sains dan etika sekular. Nyatanya,
agama justru bangkit kembali di ruang publik—sayangnya, dengan kekuatan melawan
yang lebih kuat. Sehingga, sebagai eksesnya, ia malah melahirkan formalisme-legalisme
yang mencekik dan ideologi politik keagamaan yang keras dan bermusuhan. Tak terkecuali
Islam. Apakah memang demikian sejatinya karakter agama Islam?
Buku ini secara ringkas-lugas menunjukkan bahwa prinsip utama Islam adalah cinta dan
welas asih. Bahwa Tuhannya Islam memiliki sifat utama Mahawelas Asih (Rahman-
Rahim). Bahwa misi-utama risalah Nabi adalah mengembangkan spiritualitas, menebarkan
rahmat (welas asih) bagi semesta, dan menyempurnakan perilaku mulia (akhlak karimah).
Karenanya, hukum dan ideologi harus ditundukkan kepada spiritualitas, sifat welas asih,
dan akhlak mulia ini. Inilah Paradigma Islam Cinta.
Maka, hanya apabila Islam dipandang dari sudut paradigma cinta inilah ia akan memiliki
masa depan, dan memiliki peran positif bagi kemaslahatan orang banyak, dan penciptaan
kehidupan dunia yang lebih damai sejahtera.