“Maxwell Andreas,” ucap gadis itu dengan senyum percaya diri.
“Cowok blonde yang buka jasa manasin mantan di Twitter, kan? Kenalin, gue Cecilia Ginar. Lo bisa panggil gue Cecil atau Lia.
Ia menjulurkan tangan. Maxwell hanya menatapnya sejenak, terkejut, tapi tetap dengan gaya santainya yang khas.
“Gue butuh jasa lo,” lanjut Cecilia tanpa ragu. Maxwell menaikkan satu alis, tak langsung membalas jabatan itu.
“Berani bayar berapa?”
“Soal harga nggak masalah. Yang penting, lo deal.”
Tak ada yang menyangka, dari hubungan yang awalnya hanya peran dan kesepakatan singkat, perlahan tumbuh benih yang lain, cinta yang tak pernah direncanakan. Cecilia mulai merasakan, hatinya tak lagi bermain-main. Tapi perasaan Maxwell? Masih menjadi misteri. Hingga akhirnya Eja datang, membongkar luka masa lalu yang selama ini ia sembunyikan, terkuak sepenuhnya. Akankah Maxwell Andreas sanggup menerima sisi gelap sang perempuan? Atau justru,
Cecilia yang akan memilih untuk pergi sebelum hatinya kembali hancur? Yang tersisa hanyalah dua pilihan: Menerima dan bertahan, atau melepaskan dan membiarkan segalanya hilang begitu saja.