Di tahun keenamnya bekerja di RAJ—pada puncak
kariernya—Valerie justru ingin menyerah. Valerie
tidak lagi merasa senang dengan pekerjaannya karena
sebanyak apa pun dia membuktikan diri, kesuksesan
yang dia raih tidak pernah berarti bagi orangtuanya
yang lebih ingin Valerie menjadi seorang akademisi,
meneruskan jejak mereka. Sialnya lagi, Valerie malah
kembali dipertemukan dengan Dylan dalam sebuah
project yang melibatkan pihak konsultan IT tempat
Dylan bekerja. Dan pertemuan itu semakin membuat
kepalanya ingin meledak karena sedikit banyak,
Dylan adalah penyebab kesengsaraannya dulu.
Valerie tidak pernah tahu kalau sejujurnya, Dylan
diam-diam menyukainya. Dylan mengagumi kepintaran
Valerie dan kegigihannya dalam memperjuangkan
keinginannya. Sayang, Dylan harus memendam
perasaan itu sampai dia lulus SMA dan melupakannya
kala jalan mereka tak lagi bersinggungan.