Untuk yang ditinggalkan dan harus melanjutkan perjalanan.
Untuk yang berakhir sebelum diberi sempat untuk pernah memulai.
Untuk yang harus dipaksa mengikhlaskan padahal hati belum siap.
Aku memahamimu, buku ini kutulis untukmu.
Setiap pertemuan selalu berakhir perpisahan. Yang tersayang menyakiti, yang kau jaga akhirnya pergi. Melupakannya sulit, mengingatnya jauh lebih sakit.
Mungkin, semua bentuk melepaskan memang punya waktunya sendiri.
Gapapa, sebab nanti juga lupa.