Sejak berabad-abad silam, satu persoalan berdiri sebagai benteng terakhir di hadapan siapa pun yang meragukan kemukjizatan al-Qur’an: di mana letak kemukjizatannya? Buku ini membawa persoalan itu ke jantung bahasa al-Qur’an—ke dalam susunan kata, pilihan huruf, jalinan makna, dan rahasia kefasihan yang tak tertandingi. Setiap ayat dibaca sebagai bangunan bahasa yang mustahil ditandingi manusia. Dari sana, kesimpulan itu berdiri dengan ketegasan yang tak tergoyahkan: kemukjizatan al-Qur’an bersemayam dalam kefasihannya.
Tidak ada unsur yang dibiarkan luput. Kiasan, penyerupaan, ungkapan tidak langsung, susunan dan pergeseran kata, hingga pengulangan kisah para nabi ditelusuri dengan ketelitian yang menyingkap rahasia di balik setiap pilihan bahasa. Bahkan surah-surah pendek seperti al-Kautsar dan al-Kafirun dibedah kata demi kata, huruf demi huruf, untuk memperlihatkan bagaimana ketepatan yang paling kecil sekalipun membentuk keagungan keseluruhan.
Buku ini sekaligus menghadapkan al-Qur’an pada tuduhan kontradiksi dan membongkar hikmah di balik ayat-ayat mutasyabbihat. Inilah karya yang menempatkan balaghah sebagai ilmu yang membuka jalan untuk menyaksikan ketidakmampuan manusia menandingi Kalam Allah. Bagi siapa pun yang hendak memahami mengapa al-Qur’an tidak tertandingi, buku ini adalah sebuah pembuktian.