Rocky Amangkurat datang ke Hutan Gantarawang membawa ambisi sebesar lima puluh hektare tanah yang baru dimenangkannya dalam lelang. Bagi Rocky, hutan itu adalah jalan terakhir untuk menyelamatkan bisnis, menundukkan kegagalan, dan membuktikan bahwa namanya layak berdiri sejajar dengan kedua kakaknya. Namun, Gantarawang bukan lahan kosong. Di balik rumpun bambunya, jalan dapat berubah arah, suara-suara memanggil dari tempat yang tak terlihat, dan orang-orang bisa lenyap tanpa meninggalkan jejak. Warga sekitar telah lama mengenal satu hukum sederhana: manusia boleh masuk, tetapi tidak semua akan diizinkan pulang. Ketika batas-batas lama mulai diterobos, sesuatu yang telah berdiam di Gantarawang selama berabad-abad pun terbangun. Kabut turun di tengah hari, bayangan bergerak tanpa tubuh, dan hutan menagih setiap kesombongan dengan ketakutan.