Rezim Orde Baru dicurigai melakukan serangkaian rekayasa historiografi (penulisan sejarah) secara sistematik, dengan tujuan untuk memperkokoh hegemoni kekuasaan. Historiografi diarahkan sedemikian rupa untuk melestarikan pilar-pilar kekuatan Orderan Baru; yakni dominasi militer terhadap kehidupan sipil, serta politik represif yang terkamuflase dalam terminologi