Bagi Natsuki, menerima cinta seorang cowok berarti menyerahkan diri tanpa perlawanan, hina sekali! Tetapi, haruskah ia selalu berpaling, saat cinta menghampirinya?
Padahal sebenarnya ia mulai menikmati hari-hari bersama Yoshino, dan tiba-tiba tanpa sadar ia selalu membayangkan wajah Yoshino. Yoshino, Yoshino, dan Yoshino! Tampaknya cowok satu itu telah berhasil merebut hatinya, jadi?