Aoba terkesan dengan postur tubuh kakeknya Urara saat naik sepeda.
Tapi, tiba-tiba kakek Urara jatuh dari sepeda. Pinggangnya keseleo dan dia jadi tak bisa naik sepeda lagi.
Suatu hari pemilik Toko Sepeda Aoba mengatarkan sepeda aneh dengan duaroda depan ke rumah Urara.
Kira-kira bagaimana tanggapan kakek Urara setelah menaiki sepeda ini, ya?