Toko Obat Cinta keluarga Botero bukanlah toko obat biasa—di sinilah luka hati diobati, kasih yang retak dipertautkan, dan keberanian untuk mencintai kembali tumbuh. Melalui kisah Hyosun, Hana, dan mereka yang singgah, novel ini mengingatkan kita bahwa cinta, seaneh dan serumit apa pun, selalu menjadi obat paling mujarab bagi manusia. Mereka yang telah meminum racikan obat cinta bersaksi tentang kemanjurannya. Saya memutuskan untuk jatuh cinta. Tapi apa itu cinta?
Novel ini mendekati cinta selangkah demi selangkah melalui perubahan orang-orang yang telah meminum racikan obat cinta. Saya suka karena saya harus meminum satu racikan obat cinta setiap hari. Sebab, seperti banyak hal yang berharga bagi kita, cinta juga bisa dikatakan bertahan melalui usaha dan perhatian sehari-hari. Sebuah pil kecil yang menanamkan cinta sehari-hari dalam diri saya. Kalau ada pil seperti ini, saya ingin segera memasukkannya ke mulut dan mengecek efektivitasnya. Apa yang akan terjadi jika cinta meresap ke dalam diri saya?
Selling Point:
- Novel dengan tema cinta universal, cocok untuk bacaan kalangan dewasa muda di zaman sekarang yang memiliki isu insecurity tentang sebuah hubungan yang terkait dengan cinta.
- Novel ini mendapat review penting/ bagus dari penulis novel best seller "Selamat Datang di Toko Buku Hyunam-dong", yaitu Hwang Bo-reum.
- Cover novel ini dibuat oleh @banzisu, seorang ilustrator Korea dengan karya-karya populer. Beberapa karyanya merupakan sampul dari novel-novel best seller Korea yang juga diterbitkan versi bahasa Indonesia-nya: "Selamat Datang di Toko Buku Hyunam-dong" versi Korea, "Hari Ini Aku Datang Kembali ke Toko Buku Kobayashi" versi Korea.