Demi memenuhi janji terakhir kepada ibunya, Juan Preciado bertolak ke Comala untuk mencari ayahnya, Pedro Páramo. Alih-alih menemukan kota yang selalu diceritakan dengan penuh nostalgia kebahagiaan, ia tiba di Comala yang gersang dan ditinggalkan. Namun, Comala tak sepenuhnya mati. Kota itu dipenuhi bayang-bayang dan gumaman, dan Juan Preciado pun mendengar berbagai kisah muram bagaimana Comala menderita dalam cengkeraman kekuasaan Pedro Páramo. Di celah-celah tipis antara yang hidup dan yang mati, Comala masih didiami penghuni-penghuni terakhirnya yang tak mau---dan tak bisa---pergi. Juan Rulfo penulis penting abad ke-20. Pedro Paramo menjadi salah satu mahakarya abad ke-20 dan menjadi inspirasi bagi banyak penulis, termasuk Gabriel Garcia Marquez. “Kisah paling indah yang pernah ditulis dalam bahasa Spanyol.” - Gabriel García Márquez “Salah satu novel terbaik dalam dunia sastra Hispanik, dan sastra dunia pada umumnya.” - Jorge Luis Borges “Mahakarya sastra abad kedua puluh.” - Susan Sontag