Mel atlet renang cemerlang. Suatu hari ia jatuh cinta pada cowok yang salah. Satu fotonya yang “tak pantas” tersebar, menghancurkan segalanya dalam semalam; prestasi, nama baik, keluarga, persahabatan. Mel dikeluarkan dari sekolah, dipecat dari klub, disingkirkan oleh teman-temannya. Mel depresi. Pertemuannya kembali dengan Ega mengguncang dunia murungnya. Ega juga punya catatan kelam. Ia memaksa Mel keluar dari cangkang gelap, meski Mel takut. Namun, akankah reputasi Mel yang sudah tercabik bisa utuh kembali? Apakah Ega bisa menerima Mel yang pernah tercela? Mungkinkan Mel melompat dan berenang lagi untuk menemukan cinta yang sempat pergi?
Prolog:
”MEL! Kamu Mel, kan?” Deg! Aku yakin jantungku benar-benar copot. Aku memasang tudung jaket, pakai masker, dan menunduk sepanjang waktu. Kenapa masih ada yang mengenaliku? Mungkin dia memanggil Mel lain. Tiiit. Tiiit. Barcode scanner gagal membaca biner pelembap yang kubeli. Si kasir terpaksa mengetiknya secara manual. Input. Gagal lagi. Ketik lagi. Arrrkkkhh! Yang bener dong. Ting. Berhasil. ”Ini power bar-nya nggak beli dua sekalian, Mbak? Beli dua gratis satu.” ”Mel, hei!” Suara itu makin keras, makin dekat, dan makin kentara ditujukan kepadaku. Sial. Sial. Sial. Hanya ada empat atau lima orang di minimarket ini, dan taruhan, peluang ada dua Mel di sini nyaris nol. Aku terus menunduk, tidak berani bahkan untuk melirik. ”Nggak!” Cepatlah, dasar kasir lemot! ”Pulsanya sekalian, Mbak?” ”NGGAK!” Aku menyentak.
Profil Penulis:
Ken Terate begitu menikmati bekerja dengan katakata. Belasan novel telah ia terbitkan, kebanyakan berkisah tentang remaja dan perempuan, di antaranya Minoel, Savanna dan Samudra, 90 Hari Mencari Suami, dan Pengantin Remaja. Ken juga menulis artikel konten dan menerjemahkan. Jalan-jalan bersama keluarga, ngobrol dengan teman, atau nonton lewat aplikasi adalah hiburan favoritnya. Ken tinggal bersama suami dan dua anak laki-lakinya di Yogyakarta.
Selling Point:
Novel ini bukan novel remaja biasa, tetapi tetap dituturkan dengan bahasa khas remaja yang ringan dan asyik. "Mel, Melatiku" mengangkat isu perundungan, pacaran toxic, kejamnya dunia medsos, dan kekuatan menghadapi masalah kehidupan.
just call ken. Aku tinggal di Jogjakarta (sejak lahir belum pernah pindah!). Aku lulusan Sastra Inggris Universitas Gadjah Mada. Hobi utamaku tentu saja: nulis. Aku sudah gemar nulis sejak SMP. Nggak pernah aku absen ikut klub jurnalistik waktu SMP dan SMA. Aku paling suka nulis cerpen, sampai-sampai pas ujian matematika di SMA aku malah nulis cerpen di lembar soalnya (maklum, aku stres berat kalo ngadepin angka, jadi lebih baik nulis cerpen, kan?). Dulu aku sering nulis cerpen untuk buletin SMA-ku.Aku pernah bekerja sebagai instruktur bahasa Ingris di sebuah lembaga kursus, juga sebagai penerjemah. I really enjoy my job. Di antara kesibukkanku, aku selalu nyempetin nulis cerpen sebelum atau sepulang kerja. Ini novel pertamaku. Temanya kudapetin setelah membongkar memoriku waktu aku masih teenager. Semoga kamu suka! O iya, kalau kamu penasaran dan pengin tahu lebih banyak tentangku, email aja ke nikenjogya@yahoo.com