Setelah penemuan relik yang menghubungkannya dengan kekuatan alien, Kira Navárez berada dalam situasi yang tak pernah terbayangkan. Dia bergabung dengan Wallfish, kapal ruang angkasa yang dipimpin Salvo Falconi, menghadapi tidak hanya ancaman alien, tapi juga kekerasan dari UMC, komando militer manusia. Bersama Wallfish, Kira menjelajahi lautan bintang, bepergian melebihi kecepatan cahaya.
Namun, kapal tua rongsok itu bukanlah sekutu yang tepat untuk melawan pasukan alien yang begitu besar. Terus-menerus bertarung dengan spesies alien yang menginginkan kehancuran manusia, Kira harus membuat kesepakatan dengan mereka. Kalau tidak, entitas itu akan memusnahkan dirinya dan seluruh dunia.
Paolini mengisi universe ini dengan berbagai tokoh menarik serta realistis, dan bisa dibilang berhasil menghindari stereotipe orang jahat/baik, membuat kisahnya memiliki kedalaman emosi yang terasa nyata. ―Booklist, starred review
Prolog:
Kali ini, alih-alih alarm, cahaya fajarlah yang perlahan membangunkan Kira. Dia membuka mata. Awalnya, tak ada yang membuatnya cemas. Dia berbaring di tempatnya, merasa tenang dan lega, gembira bisa menunggu. Kemudian, dia melihat kucing itu duduk di samping kakinya: kucing Siam abu-abu keputihan dengan telinga separuh rebah dan mata agak juling.
Kucing itu mendesis dan melompat ke lantai. ”Kira, kau bisa dengar aku?... Kira, kau sudah bangun?” Dia menoleh dan melihat Falconi duduk di sebelahnya. Kulit di sekitar mulut pria itu hijau, seolah dia sakit, wajahnya lelah dan matanya cekung.
Falconi tersenyum kepadanya. ”Selamat datang kembali.” Seketika ingatannya kembali: Wallfish, FTL, Ubur, Tongkat Biru... Kira menjerit dan mencoba menegakkan tubuh. Tekanan di sekitar dada dan lengannya memaksanya berhenti. ”Sudah aman,” kata Falconi. ”Kau bisa keluar sekarang.”
Kategori dan Rangking Bestseller:
Tentang Christopher Paolini:
Christopher Paolini mulai menulis Eragon, novel pertamanya, ketika berusia 15 tahun. Di Amerika, Eragon sudah dicetak 20 kali dan hak penerbitannya terjual ke 31 negara.Ia tidak mengecap pendidikan di sekolah tapi bersekolah di rumah, diajar oleh ibunya, yang mantan guru dan penulis buku anak-anak. Buat Paolini, buku adalah alat transportasi yg paling hebat menuju pikiran orang lain, dan pilihan terbaik untuk memahami sifat manusia.Kini penulis kelahiran tahun 1984 ini tinggal bersama keluarganya di Paradise Valley, Montana, AS. Dan mengerjakan lanjutan Inheritance trilogy.