"Perjalananmu justru dimulai sepulang dari sini dan menemui kehidupan sesungguhnya."
Kalimat yang didengar Jaya ketika berada di Tanah Suci itu menggetarkan hatinya.
Mempertemukan Jaya pada cita-citanya yang lama terlupa. Beban hidup yang berat, tidak
membuat Jaya lantas mundur untuk mewujudkannya.
Dibantu oleh mereka yang punya mimpi tinggi dan orang-orang terdekat, sedikit demi
sedikit Jaya mulai membangun impiannya. Diawali dari bawah pohon ang terletak di
sebuah tempat pembuangan sampah, Jaya meyakini langkah yang diambilnya.
Sekolah Pohon. Tempat yang menjadi oase bagi anak-anak yang tak berkecukupan dalam
kehidupan dan pendidikan. Jaya dan para gurunya mendedikasikan waktu mereka untuk
mengajarkan kehidupan. Memberikan bekal untuk berani menghadapi hari-hari yang
keras. Mendirikan jembatan untuk mereka bisa menyeberang pada masa depan yang
lebih cerah dan bermakna.