Dulu gua berpikir bahwa masbuk pun bisa menjadi sebuah potensi yang bisa jadi bahan
iseng(waktu masih baru banget masuk pesantren). Waktu gua liat ada temen gua, Aldi yang
salat isya sendirian, gua tepuk pundak dia. Setelah itu, dia langsung baca al-fatihah dengan suara
lantang. Nah, bukannya menjadi makmum, gua malah berjalan ke depan dia.
*CIEEEEE KETIPU! HAHAHAHA" ejek gua ke arah mukandya. Nggak bisa nahan, Aldi Langsung mengejar
gua karena malu, sedangkan gua berlari menjauh sambil tetap tertawa. Gua lari terus sampai akhirnya
gua tiba di toko buku dan membaca sampul belakang sebuah buku yang disana tertulis: Hey, dibeli dong, jangan dibaca sampul belakangnya doang"