Kehadiran Eden ke dalam kehidupan Setra, Rasi, dan Sabda membuat banyak perubahan dalam hidup mereka. Eden menjelma seumpama kekuatan bagi Setra untuk terus merangkul adik-adiknya. Dengan bantuan Eden pula, Setra berhasil membawa Rasi dan Sabda mengunjungi makam ibunya di luar kota.
Kejadian tak mengenakkan pun terjadi. Sabda tahu, dia harus bersaing dengan Rasi untuk mendapatkan Eden. Pun demikian dengan Rasi. Namun kedua cowok itu tak tahu, Eden justru memilih Setra. Hal ini membuat kecanggungan di antara kakak beradik ini, termasuk Eden.
Perasaan seseorang tak bisa dipaksakan. Mereka kembali akur terutama saat menjelang ulang tahun Setra. Sabda berinisiatif membuat pesta kejutan untuk Setra. Namun malang tak dapat diraih, Setra mendapat kecelakaan. Kejadian ini membuat hati rasi dan Sabda hancur. Mereka tak ingin kehilangan orang yang dicintai lagi.
Kecelakaan yang dialami Setra membuatnya akur kembali dengan adik-adiknya. Namun tidak demikian dengan ayahnya. Sepertinya sampai kapanpun dia tak pernah memaafkan ayahnya. Di sisi lain Sabda meminta Setra kembali ke rumah. Bukan untuk ayah mereka, tapi untuk adik-adiknya.
Melihat semua berjalan membaik, Emir mulai membuka jati dirinya. Dia pamit karena misinya sudah selesai. Kepergian Emir membuat hati Eden terpotek. Semua benang merah terkuak.
“Kalau lo mencintai seseorang, katakan. Kesalahan terbesar kita adalah selalu berpikir jika kita punya sisa waktu yang cukup, mengira kita punya segalanya, padahal apa yang tersisa mungkin lebih sebentar dari sementara.” — hal.167
Renita Nozaria dilahirkan di Bogor pada tanggal 26 Januari 1997. Saat ini Renita tercatat sebagai
mahasiswi di Fakultas Teknik Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro,
Semarang. Renita mulai aktif menulis sejak SMP, berawal dari iseng menyalurkan hobi menulis
dengan membuat fiksi penggemar yang kemudian berlanjut menulis fiksi remaja, fantasi dan roman
di situs Wattpad. Selain menulis, Renita juga berminat pada dunia politik, filsafat dan tata rias.