Desa berbeda dengan kota yang dinilai lebih maju dan berkembang. desa memiliki permasalahan yang lebih besar. Mulai dari kemiskinan yang lebih tinggi, kesehatan yang rendah, konsumsi masyarakat rendah, SDM rendah, sarana dan prasarana yang lebih sulit dibandingkan kota, dan tingkat pendidikan rendah. Permasalahan yang ada ini dapat diatasi dengan adanya pembangunan di desa.
Konsep pembangunan berkelanjutan tampaknya menjadi hal yang menjanjikan. Dalam pembangunan berkelanjutan, aspek pembangunan bukan hanya mengarah pada masyarakat masa kini melainkan juga masyarakat di masa depan. Pembangunan berkelanjutan idealnya dapat mencakup berbagai aspek yang ada di masyarakat juga masyarakat desa. Berdasarkan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 78 (1), pembangunan desa, yaitu peningkatan pelayanan dasar, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dan lingkungan, pengembangan ekonomi pertanian berskala produktif, pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat guna, dan peningkatan kualitas ketertiban dan ketenteraman masyarakat desa.
Buku berjudul Pelatihan Untuk Prasarana Desa yang ditulis oleh Richard Wayne Gnagey ini merupakan catatan pengalaman penulisnya selama kira-kira 40 tahun dalam pendampingan pembangunan desa di seluruh Indonesia. Di dalamnya terkandung sejumlah panduan untuk pelatihan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan desa, baik dalam hal teknis maupun non-teknis, sehingga pembangunan desa, terutama pembangunan sarana dan prasarana desa, dapat terlaksana dengan baik dan dengan hasil dan kualitas baik pula.