'Invisible' adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kehidupanku. Aku tidak pernah benar-benar dianggap oleh lingkungan tempatku berada, karena posisiku berada jauh di bawah saudara kembarku yang hebat dan punya segalanya. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk menganggap diriku tak terlihat. Aku selalu iri dengan saudara kembarku. Dia memang pintar dan layak mendapat pujian. Tapi aku juga ingin dipuji, aku ingin namaku seharum namanya, aku ingin punya bakat yang bisa membanggakan orang tuaku. Aku tidak yakin apakah suatu saat namaku juga akan bersinar seperti namanya, tapi jauh di dalam kesadaranku, aku yakin bahwa aku punya bakat yang terpendam. Lihat saja, aku akan membuktikan kepada dunia bahwa aku bisa sehebat dia!