Sejatinya, orang jawa mengenal berbagai prinsip atau falsafah adiluhung sebagai panduan hidup di dunia. Hanya saja, seiring perubahan zaman, prinsip-prinsip tersebut secara perlahan mulai dilupakan. Untungnya, orang jawa tidak kehilangan akal.
Melalui sentuhan kreatif, mereka mampu mengubah ungkapan-ungkapan baru dengan memodifikasi berbagai nasihat atau petuah luhur yang sudah ada menjadi lebih tegas dan telak.