Arya telah menyaksikan karier bapaknya ambruk. Kakaknya pergi mencari kerja entah ke mana. Sekolah pun Arya pontang-panting membiayai sendiri dengan menjadi loper koran. Hidup terasa keras bagi Arya. Maka, Arya selalu bertanya-tanya kenapa Bambang selalu begitu bersemangat untuk belajar mendalang. Cita-cita? Apakah selama ini ia memiliki cita-cita?