Jean Couteau, lahir dan tumbuh pada keluarga seniwati dan penulis Prancis Genevieve Couteau (1925-2013). Dia mulai bermukim di Indonesia sejak tahun 1975. Setelah mempelajari seni rupa Bali, dia mengambil studi doktor di EHSS di Paris (1986), bersamaan waktu mulai menulis tentang Bali dan Indonesia. Dengan dimentori Usadi Wiratnaya, dan disokong oleh kartunis Wayan Sadha. Turut mendirikan majalah Archipelago, lalu turut mengasuh halaman English Corner di Bali Post (1989-1994). Dia lalu terjun di dalam dunia seni rupa nasional melalui tulisan-tulisan di Gatra, The Jakarta Post, dan lain-lain. Kini dia adalah salah satu penulis kolom “Udar Rasa” di Kompas.
Buku ini dimulai dari hal yang sederhana, tetapi kemudian menukik ke dalam momen-momen aktual yang sedang kita hadapi saat ini. Sebutlah itu kebangkitan radikalisme, memudarnya toleransi, ataupun ujaran kebencian di media sosial. Buku yang berjudul “Kolom Udar Rasa Jean Couteau Indonesiaku” dibagi kedalam beberapa bagian. Membaca tulisan-tulisan Jean Couteau seperti membongkar stereotip laku budaya kita. Benarkah kita ini luhur, religius, menghargai sesama manusia? Apakah identitas kita membuat kita menjadi makhluk gelap atau manusia terang? Seluruh tulisan dalam buku ini memulai dari hal sederhana, tetapi kemudian menukik ke dalam momen-momen aktual yang sedang kita hadapi saat ini. Sebutlah itu kebangkitan radikalisme, memudarnya toleransi, ataupun ujaran kebencian di media sosial.