Ayla kecil yang baru kelas 1 SD, akhirnya tahu kalau temannya, Zahra, yang semula dia anggap anak orang kaya, sedang mengalami masalah berat. "Lala, sebenarnya ...," Zahra mulai berhenti menangis. "Sebenarnya, aku bukan orang kaya. Rumahku kecil. Pintunya dari tripleks. Cuma ada dua kamar. Satu kamar harus cukup buat aku, Aa Fauzi, Teteh Rahma, dan Laila. Rizqi bareng Ummi dan Abi di kamar satu lagi. Terus, aku enggak punya telepon rumah!" Setelah mengetahui hal itu, Ayla mulai berusaha sekuat tenaga untuk membantu Zahra. Mereka berdua mulai bersahabat. Banyak suka dan duka yang mereka lalui bersama. Hmmm apa saja, ya?