Kajian tentang manusia secara mendasar dan seutuhnya menghasilkan kemasan dalam konsep Pertama, 0 = Bio dalam makna Biologi. Kejadian dan perkembangan manusia diawali biologis berupa janin di perut Sang Ibu, menjadi bayi, anak, remaja, orang dewasa, lanjut usia sampai menemui ajalnya. 0 kedua, yaitu 0 = Psiko dalarn makna psikologi. Unsur sekItar 3 bulan di perut Sang Ibu terhadap janin itu ditiupkan roh yang menjadikan janin sebagai manusia yang berjiwa-raga dengan kehidupan sepanjang hayatnya. 0 ketiga, 0 = Sosio dalam makna Sosiologi. Kehidupan manusia yang berjiwa-raga itu berada dalam kondisi hubungan sosial satu sama lain dan dengan lIngkungannya. Tiga 0 di atas merupakan kelengkapan dasar awal adanya manusia. Bagaimana selanjutnya, akan menjadi apa, ke mana dan bagaimana, inilah peran O keempat, yaitu O = Pedago dalam makna Pedagoo atau pendidikan, yang memungkinkan kesatuan tiga-O pertama itu diperkembangkan dan diwujudkan. Begitulah selanjutnya. Namun demikian, upaya implementasi O keempat itu tidak boleh seadanya, asal-asalan atau semaunya. Yang menjadikan kondisi tiga-0 awal itu berkembang tidak optimal atau menyimpang, atau bahkan berantakan. Untuk itu diperlukan O kelima, yaltu 0 = Rldho Allah. Ke arah O kelima itulah O keempat berdinamika demi optimalnya eksistensi ketiga 0 awal.