| Harga Resmi | : | Rp. 95.000 |
| Harga | : | Rp. 76.000 (20% OFF) |
| Ketersediaan | : | Stock di Gudang Supplier |
| Format | : | Soft Cover |
| ISBN13 | : | 9786024414115 |
| Tanggal Terbit | : | 2026 |
| Bahasa | : | Indonesia |
| Penerbit | : | MIZAN DBU |
| Dimensi | : | 130 mm x 210 mm |
Di pedalaman Sumatra, ada sebuah kampung Jawa yang dianggap terkutuk bernama Bangkol. Masyarakat setempat menutup rapat masa lalu mereka, tak seorang pun boleh tahu. Namun tidak bagi Singgih Pramu Wardana. Karena sejak kecil mempertanyakan soal Bangkol dianggap pamali oleh kakek-neneknya, rasa penasaran kepada Bangkol terus berpusar di kepalanya, yang memuncak saat pertemuannya dengan Evelin van Bertha—seorang mahasiswi Leiden dengan kalung berhiaskan foto hitam-putih, mirip dengan foto di rumah kakek-neneknya.
Semula, Pram hanya membantu Evelin untuk meneliti peristiwa sejarah lewat kapal-kapal yang ditenggelamkan di pesisir barat Sumatra. Namun,
semuanya berubah mencekam saat Evelin tiba-tiba menghilang. Makin jauh Pram mengupas hubungan antara hilangnya Evelin dan kampung halamannya, makin jelas bahwa Bangkol tidak sekadar menyimpan sejarah kelam. Ada rahasia yang sengaja dikubur sejak zaman penjajahan: kerja paksa, kekacauan perang, pengkhianatan, dan pembantaian.
Dan semua hal ini berujung ke nama seseorang: De Agueda, seorang mata-mata NAZI yang menjalankan misi rahasia di Bangkol. Kini, Pram dihadapkan pada dua pilihan: membuka kebenaran yang selama ini disembunyikan atau membiarkan Bangkol tetap hidup bersama kutukannya.