Yooan, berulang kali ia menahan rasa sakitnya, sakit saat sahabat atau cinta pertamanya lebih memilih gadis lain ketimbang dirinya, sakit saat adiknya sendiri membencinya, sakit saat ia harus pergi meninggalkan orang yang tersayangnya. Semua itu, ia lakukan demi mereka, mereka yang telah ia sakiti dan mereka yang ia sayangi.
Rasanya dunia ini tidak adil, kenapa orang lain mendapatkan kebahagiaan, sedangkan dirinya tidak?
Baginya hidup ini tidak ada artinya, ia terus tersakiti dan tak pernah mencium kebahagiaan. Rasa sakit itu kian hari kian bertambah, ia tidak tahu harus menangis pada siapa, ia tidak tahu harus nersandar pada siapa, ia merasa sendiri, sepi, dan tidak bisa lagi merasakan pelukan. Sampai akhirnya Tuhan benar-benar membuatnya berasa diambang kematian, dalam tidurnya ia terus menangis, menangisi kehidupannya, kehidupan yang sebentar lagi berakhir dengan sendirinya.
Harusnya Yooan menyerah? menyerah dengan cinta dan hidupnya?