Tulisan-tulisan ini mengungkapkan rasa bangga, peduli, prihatin, dan dalam beberapa contoh rasa kecewa penulisnya ketika mengamati realitas yang dihadapi dan diamatinya. Tetapi rasa bangga, rasa prihatin, dan rasa kecewa itu bukan sasaran terakhir. Sasaran terakhir tulisan-tulisan ini cuma satu: agar manusia dan masyarakatnya lebih baik, menghidupi hidup yang lebih bermakna. Jatidiri penulis sangat terasa: seorang gembala. Ia menulis tidak hanya dengan pikiranya,tetapi terutama dengan hatinya. Ia menulis bukan hanya untuk mencerdaskan pikiran tetapi terlebih untuk mengasah dan menjernihkan hati nurani pembaca agar semakin menghargai dan mencintai manusia sesamanya dan Tuhan. (Frans Ceunfin, SVD)