Ketika Rumah Tangga Tak Seindah Surga
Demikianlah cinta. Tiangnya adalah percaya. Atapnya adalah suka dan duka. Semak belukarnya adalah prahara.
Tak ada cinta yang tidak diuji, sebagaimana tidak ada anak yang lahir tanpa rasa sakit. Bertahan atau menyerah. Bangkit atau terpuruk. Itu urusan nanti. Sebab ketika kau memutuskan mencintai, kau hanya perlu menguatkan dirimu. Sedikit bersabar. Lalu selebihnya ambil sisa hidupmu untuk tertawa bersama.
Tidak rumit bukan?
Ya.Tidak pernah rumit. Karena yang rumit bukan cinta yang membakar dadamu. Melainkan nafsu yang menggerogoti pilar di rumahmu.