Tidak bisa dipungkiri bahwa di zaman sekarang ini hampir semua remaja sudah aktif di sosial media. Media sosial layaknya mainan, ia akan berfungsi sekehendak pemainnya. Hanya bergerak jika digerakan si empunya. Ketika mainan tidak dimainakan sebagaimana fungsinya, akibatnya adalah kerusakan. Mengingat luasnya sosial media yang bisa dibilang meniadakan batas batas yang ada akan menjadi sangat berbahaya apabila tidak dipantau oleh orang dewasa.
Sebagai orang tua pastinya memiliki kekhawatiran terhadap remaja yang sedang berkembang dan ingin tahu banyak hal di dunia. Tetapi bukan berarti mengekang dan melarang menjadi opsi terbaik untuk membentengi pengaruh buruk dari mereka. Remaja cenderung akan memiliki sifat memberontak dan berbohong apabila terlalu dikekang dan tidak diberi kesempatan untuk memilih. Walaupun tata cara Parenting orang masing-masing berbeda, tetapi tidak ada salahnya untuk menanyakan bagaimana situasi yang lebih nyaman untuk para remaja. Dengan lingkungan yang bisa memberi rasa nyaman dan aman akan membuat perkembangan para remaja menjadi lebih optimal.
Dalam Media Moms and Digital Dads. seorang yang dulu menjadi produser dan beralih menjadi psikolog anak, Yalda T. Uhls, mengimbau agar para orang tua tidak mengkhawatirkan perubahan kondisi media. Orang tua justru harus menghadapi kenyataan bagaimana anak-anak menjadi bagian dan terlibat di dalamnya. Anak di era sekarang menghabiskan banyak waktu dengan media dari pada dengan orang tua atau sekolah.